Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
SUMUT  

Usai Pukuli Anggota Hingga Masuk Rumah Sakit, Kapolres Dairi Diperiksa Propam

Kapolres Dairi
Usai Pukuli Anggota Hingga Masuk Rumah Sakit, Kapolres Dairi Diperiksa Propam

MEDAN(Cakrawalaindonesia.id) – Propam Polda Sumut memeriksa Kapolres Dairi AKBP Reinhard Nainggolan. Pemeriksaan itu terkait dengan dugaan pemukulan terhadap anggotanya Bripka DS dan Bripka HS hingga masuk rumah sakit.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan pemeriksaan AKBP Reinhard. Pemeriksaan terhadap mantan Kapolres Nias Selatan itu dilakukan di Propam Polda Sumut.

“Sudah (Reinhard diperiksa propam), kemarin setelah kejadian itu,” kata Hadi, Selasa (29/8/2023).

Hadi mengatakan pemeriksaan Reinhard itu merupakan perintah Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi. “Perintah Pak Kapolda diperiksa oleh propam dan sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Selain itu, perwira menengah Polri itu mengatakan pihaknya juga telah memeriksa para korban. Pemeriksaan itu dilakukan di Kabupaten Dairi.

“Korban sudah kita mintai keterangan, diperiksa ke sana (Dairi),” kata Hadi.

Hadi sendiri belum memerinci hasil pemeriksaan itu. Dia mengatakan hasil itu nantinya akan disampaikan oleh Propam Polda Sumut. Sementara Reinhard, kata Hadi, saat ini sudah kembali bertugas sebagai Kapolres.

“Dia bertugas. (Hasil) propam tentu bekerja atas fakta ya, nanti faktanya bagaimana propam yang akan menyampaikan hasil pemeriksaan. Ini kan masih proses semuanya,” jelasnya.

Kasi Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh mengatakan peristiwa itu berawal kemarin sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, Reinhard datang mengecek ke Mapolres Dairi. Namun, di sana, Reinhard tidak menemukan ada petugas yang berjaga di pos penjagaan.

“Ke Mapolres jam 4, lihat di pos penjagaan enggak ada orang, dipanggilnya melalui HT enggak menjawab, tidur semua,” kata Iptu Doni Saleh saat dikonfirmasi.

Setelah itu, Reinhard pun memanggil para personel piket melalui handy talky (HT), tetapi tidak ada yang menjawab. Reinhard pun geram hingga akhirnya mengumpulkan para personel yang saat itu tengah piket. Doni mengatakan ada sekitar 19 orang personel yang piket.

“Piket fungsi semua, ada 19 orang, ada fungsi intel, ada lantas, sabhara, reskrim, dikumpulkannya lah,” kata Doni.

Lalu, Reinhard pun memberikan tindakan dengan memukul para personel piket tersebut. Namun, kata Doni, ada dua personel yang keberatan dengan tindakan Reinhard itu. Kedua personel itu disebut adalah Bripka DS dan Bripka HS.

“Yang dipukul di awal itu ada sekitar 19 orang, yang dua ini keberatan, apa salah kami katanya, karena anggota ini menjawab seperti itu makin tambah emosi (Reinhard),” ujar Doni.

Doni mengatakan hal yang dilakukan Reinhard itu merupakan bentuk tindakan pemberian sanksi disiplin kepada anggotanya. Dia mengatakan Reinhard kesal karena para personel tersebut tidak melakukan tugasnya dengan baik.

“Itu adalah tindakan disiplin, itu alasan dia (Reinhard). Jadi, alasan dia memukul karena emosi, itu saja,” jelasnya.