Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here

CerBung: Slogan Fenomenal (BAB 15)

CerBung
CerBung: Slogan Fenomenal (BAB 15)

Cakrawalaindonesia.id – Resesi ekonomi yang dapat dikendalikan pada tahun 2012. Menurut Bank Indonesia pada tahun itu perekonomian di Indonesia sangat menggembirakan karena naik menjadi 6,2% dengan inflasi yang dapat dikendalikan 4,3%.

Hal ini didukung oleh ekonomi makro dan keuangan yang kondusif. Permintaan domistik meningkat. Sehingga membuat sektor rumah tangga dan usaha dalam melakukan kegiatan ekonomi bisa mencapai hasil yang lebih baik.

Lina berada di showroom mobil Merceden Benz pondok Indah Mall. Ia sedang mempromosikan mobil terbaru tahun ini. Dengan rambut hitam panjang terurai. Wajah dihiasi bedak yang berwarna cerah membuatnya begitu mempesona. Pakaian yang ia kenakan terlihat seksi.

Maka ada kesan bahwa mobil mewah dan wanita cantik akan selalu terikat seperti cincin emas dan sebuah jari manis.

Pagi jam 10:00 mall baru buka. Pengunjung sudah dibolehkan untuk masuk. Ada beberpa pengunjung mengamati sambil berjalan di samping mobil Merceden Benz.

Para pengunjung begitu takjub dengan keindahan mobil Merceden Benz berlambang bintang segi tiga. Mobil buatan Jerman itu memang paling jago memikat mata para pengunjung yang berkantong tebal. Letaknya shoroomnya pun sangat strategis di depan pintu masuk Mall. Pertama kali pengunjung membuka pintu maka yang pertama terlihat mobil Merceden Benz. Posisi mobil Merceden Benz pun dipajang menghadap kearah pengujung.

Showroom Merceden Benz di kelilingi retail mewah seperti produk Apple, kaca mata dan baju yang bermerek zoro. Tidak mudah untuk mendapatkan posisi yang strategis dalam bisnis di mall. Dipastikan biaya sangat mahal. Karena produk tersebut memilik slogan yang fenomenal.

The new A class its eyes almost everywhere. So you are alwasy in control, even in tricky situations. And you geet to you are destination safe and sound.

Dipastikan pemilik mobil tersebut akan dijamin keamanannya 80% dengan fitur-fitur canggih di dalamnya demi kesalamatan penumpang dan kendali yang cakap. Hanya ajal yang datang yang tidak dapat dihentikan.

Lina pun ditemani beberapa temannya untuk melayani pengunjung yang bertanya tentang mobil Merceden Benz.

Lina sigap menjelaskan tentang keunggulan mobil Merceden walaupun sebenarnya pelanggan tersebut sudah lebih tahu dahulu. Biasanya orang-orang yang menengah atas ketika akan membeli mobil berkelas mereka akan mencari info terlebih dahulu sebelum membeli barang tersebut. Berbeda dengan customer biasa.

Ada kesan mereka membeli karena dengan cerdas.

Seorang pemuda berjalan santai di depan showroom Lina. Ia serius mengamati beberapa mobil yang dimodel untuk dilihat pelanggan. Pemuda tersebut mengenakan baju mirip seperti karyawan toko di belakang bajunya terdapat gambar buah apple berwarna putih terkena gigitan sebelah. Ia menggunakan tanda pengenal yang tergantung di lehernya. Pemuda tersebut memberanikan diri masuk ke showroom Lina.

Dengan cepat teman Lina menghampiri pemuda tersebut. Prinsip seorang pegawai toko kunjungan pelanggan adalah berkah beli atau tidak itu urusan lain. Teman Lina pun sebenarnya dengan pemuda tersebut apakah benar-benar akan bertanya serius tentang mobil atau sebaliknya ada maksud lain.

“Terima Kasih sudah datang ke showroom kami bapak,” sapanya pada pemuda tersebut.

Biasanya jika customer masih muda akan disapa dengan panggilan kakak. Mungkin wajah pemuda tadi terlihat boros. Teman Lina memanggilnya Bapak.

Pemuda tersebut terkejut bukan main. “Mbak saya belum punya anak. Masih pegawai toko sebelah,” jawabnya nyerocos.

“Maaf, maaf  Ka” balas teman Lina.

“Emang Kakaknya kerja di retail apa?”tanya teman Lina.

“Itu toko yang ada gambar apple berwarna putih,” serga pemuda tadi.

“Apple terbaru berapa harganya Kak?” teman Lina malah balik bertanya.

Karena pada saat itu produk Apple sedang booming setiap ada peluncuran produk baru dari Steve Job orang-orang pada heboh. Antrian memanjang di depan toko Apple. Sampai ada yang rela menginap demi sebuah produk keluaran terbaru dari Apple inc.

“Kak Produk Apple itu ada banyak. Ada Macbook, Iphone, ipad, ipod, satu Apple watch.” Terang pemuda yang mengenakan seragam Apple tadi.

“Mbak ini harga mobil Merce ini berapa ya?” tanya pemuda tadi.

“Yang paling murah 800 jutaan Kak,” jawabnya singkat.

Pemuda tadi seperti menelan air ludah sendiri. Dipikirannya dari mana dapat uang sebanyak itu. Kalau dicicil perbulannya berapa. Bisa-bisa seumur hidup hanya untuk banyak cicilan mobil.

Dengan cepat pemuda tadi mengubah arah pertanyaannya, “Mbak itu temanya, yang sedang melayani pelanggan namanya siapa?” tanya pemuda tadi.

“Oh itu. Lina,” balasnya singkat.

“Kalau berani tanya sendiri dong,” serunya lagi.

“Ah malu,” jawab pemuda tadi.

“Lina sudah banyak cowok yang deketin. Bahkan pemimpin kita suka dengan Lina,” terangnya pada pemuda tadi. Pemuda tadi terdiam seperti patung tidak banyak bahasa yang keluar.   Kemudian pemuda tadi keluar showroom.

Dari kejauhan pemuda tersebut sekali-kali menatap Lina yang sedang melayani pertanyaan customer. Merasa terhempas sebelum sebelum berkenalan dengan Lina.

Ia pun pergi dengan hati yang bergemuruh, beradu cepat. Browsur Merceden Benz dibawanya pun diremas sampai lumat tidak berdaya.

Entah apa tujuan pemuda tersebut apa ingin berkenal dengan Lina atau pun sebaliknya ingin lebih tahu tentang sebuah mobil mewah idaman para pemuda masa kini.

Semakin siang Mall semakin banyak pengunjung yang datag. Apalagi weekend karena di kota-kota hanya Mall tempat mereka dan keluarga mencari hiburan. Walaupun ke Mall tidak indentik belanja yang konsumtif tapi cukup dengan makan-makan bersama keluarga di restoran. Atau terkadang setelah makan mereka akan nonton film di XX1. Atau memilih ke gramedia untuk membaca novel-novel terbaru yang sedang hist saat ini.

Bagi pegawai yang bekerja di retail Mall biasa mereka makan di Basmen. Lina dan teman-temannya pun mereka sering menghabiskan makan siang di basmen dua. Termasuk pemuda tadi. Di basmen menu makan lengkap dengan berbagai macam masakan ada. Harga pun tidak terlalu mahal.

Ketika weekendlah moment yang ditunggu-tunggu oleh para pegawai retail untuk memberikan promo dan diskon kepada para customer mereka.      Biasanya pejualan produk akan meningkat sampai retail penuh seperti pasar tanah abang. Ini yang terjadi pada retail pemuda tadi. Mereka menjual produk yang sedang hist saat itu. Apple, Apple dan Apple.

Lina takjub menyaksikan pemuda tadi melayani customer. Karena toko Produk Apple tadi dari showroom Lina. Pemuda itu dengan sangat sigap melayani pelanggannya. Dengan pembawaannya yang tenang. Pemuda menjelaskan sangat detail tentang keunggal produk Apple dan harganya. Bahkan customer tidak jarang meminta saran produk Apple mana yang cocok dengan mereka.

Setiap bulan sekali para pemuda tadi sudah sangat sering di training mengenai produk Apple. Mereka pun terkadang tentang produk Apple melalu online.  Dan mereka tidak disarankan meminta customer membeli produk yang tidak sesuai kebutuhan mereka.

Weekend tadi begitu melelahkan bagi pemuda tadi. Ia segera berkemas untuk pulang karena retail Mall sebelum jam 21:00 sudah harus tutup.

Pemuda tadi mengamati showroom Lina yang sudah menyisahkan beberapa karyawan lagi. pemuda tadi sengaja menunggu Lina supaya dapat pulang bersamaan.

Ketika Lina dan temannya keluar dari pintu Mall. Seorang berpakaian necis pegawain kantoran dengan mobil sport sudah menunggu di depan pintu masuk Mall.

Pintu mobil terbuka Lina masuk ke dalamnya. Pemuda tadi terkejut bukan main. Untuk kedua kalinya ia tertutup suasana yang tidak menguntungkan untuknya. “Sesulit itukah hanya untuk mengenalmu.” Begitulah ucapan pemuda tadi. Ia pun bergegas menuju pangkalan Bus warna merah jambu menuju Depok.

Penulis: Al FirdausEditor: Imam Arifin