Bisnis  

Mengapa Bisnis yang Sudah Berjalan Tetap Membutuhkan Business Plan?

Business Plan
Foto: Vasiota.com

Cakrawalaindonesia.id – Banyak orang menganggap business plan hanya diperlukan ketika seseorang ingin memulai usaha. Padahal, perusahaan yang sudah berjalan juga membutuhkan perencanaan ketika ingin melakukan ekspansi, membuka cabang, mengembangkan produk, atau mengubah strategi bisnis.

Semakin besar bisnis yang akan dikembangkan, semakin penting keputusan tersebut didukung oleh rencana yang jelas. Di sinilah jasa bisnis plan dapat membantu perusahaan menerjemahkan tujuan bisnis menjadi strategi, target, kebutuhan sumber daya, dan proyeksi keuangan.

Business Plan Bukan Sekadar Dokumen

Business plan seharusnya tidak hanya berisi profil perusahaan dan deskripsi produk. Dokumen tersebut perlu menjelaskan bagaimana bisnis menghasilkan pendapatan, siapa target pasarnya, bagaimana perusahaan mendapatkan pelanggan, bagaimana operasional dijalankan, dan berapa kebutuhan modalnya.

Karena itu, jasa pembuatan bisnis plan yang baik seharusnya menghasilkan rencana yang dapat digunakan sebagai alat kerja manajemen, bukan hanya dokumen untuk presentasi.

Kapan Perusahaan Perlu Membuat Business Plan?

Business plan dapat dibutuhkan ketika perusahaan memiliki rencana baru yang membutuhkan keputusan strategis. Misalnya membuka cabang, masuk ke kota baru, meluncurkan produk, membangun fasilitas produksi, melakukan ekspansi pasar, atau mencari investor.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu mengetahui apakah strategi yang direncanakan memiliki pasar yang cukup dan sumber daya yang tersedia untuk menjalankannya.

Mulai dari Target Pasar

Salah satu bagian penting dalam business plan adalah memahami siapa yang akan membeli produk atau layanan.

Analisis dapat mencakup segmentasi pasar, target customer, positioning, kebutuhan konsumen, perilaku pembelian, ukuran pasar, dan kompetitor.

Tanpa pemahaman tersebut, target penjualan dalam business plan berisiko hanya menjadi angka yang dibuat berdasarkan optimisme.

Strategi Harus Bisa Diterjemahkan Menjadi Angka

Business plan yang kuat menghubungkan strategi dengan proyeksi finansial.

Misalnya perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan 30%. Pertanyaannya kemudian adalah: dari mana pertumbuhan tersebut berasal?

Apakah melalui pembukaan cabang, peningkatan harga, penambahan pelanggan, peningkatan frekuensi pembelian, atau peluncuran produk baru?

Setiap strategi seharusnya memiliki konsekuensi terhadap revenue, biaya, kebutuhan modal, dan cash flow.

Business Plan untuk Investor

Business plan juga sering digunakan ketika perusahaan membutuhkan pendanaan. Investor tidak hanya ingin mengetahui produk yang ditawarkan, tetapi juga memahami ukuran pasar, model bisnis, strategi pertumbuhan, competitive advantage, kebutuhan modal, proyeksi keuangan, dan potensi return.

Karena itu, jasa pembuatan bisnis plan untuk kebutuhan investor perlu menyajikan cerita bisnis yang menarik sekaligus didukung oleh asumsi yang rasional.

Jangan Membuat Proyeksi Terlalu Optimistis

Salah satu kelemahan business plan adalah proyeksi yang terlalu agresif. Target pendapatan tinggi terlihat menarik, tetapi akan menjadi masalah apabila tidak didukung oleh kapasitas pasar dan kemampuan operasional.

Proyeksi sebaiknya dibuat berdasarkan beberapa asumsi dan skenario, misalnya base case, optimistic case, dan conservative case.

Dengan demikian, manajemen dapat melihat bagaimana bisnis bereaksi terhadap perubahan kondisi pasar.

Business Plan dan Studi Kelayakan Memiliki Fungsi Berbeda

Business plan tidak sama dengan studi kelayakan.

Business plan lebih berfokus pada bagaimana bisnis akan dijalankan dan dikembangkan.

Sementara studi kelayakan lebih berfokus pada apakah proyek atau investasi tersebut layak dilakukan dari berbagai aspek.

Dalam proyek yang membutuhkan investasi besar, keduanya bahkan dapat digunakan bersama. Hasil studi kelayakan dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi dan rencana implementasi dalam business plan.

Dari Rencana Menjadi Roadmap

Business plan yang baik pada akhirnya harus dapat diterjemahkan menjadi tindakan.

Misalnya:

Target pasar ? strategi pemasaran ? target pelanggan ? penjualan ? pendapatan ? kebutuhan SDM ? kebutuhan modal ? profit ? cash flow.

Dengan struktur tersebut, manajemen dapat melihat siapa yang bertanggung jawab, apa yang harus dicapai, dan sumber daya apa yang dibutuhkan.

Grapadi Konsultan dan Perencanaan Bisnis

Dalam penyusunan jasa bisnis plan, Grapadi Konsultan dapat membantu menghubungkan analisis pasar, strategi, model bisnis, operasional, dan proyeksi finansial menjadi satu kerangka perencanaan.

Pendekatan tersebut membuat business plan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan, pengembangan bisnis, ekspansi, maupun pembicaraan dengan investor.

Business plan bukan hanya kebutuhan perusahaan yang baru berdiri. Bisnis yang sudah berjalan juga membutuhkan perencanaan ketika menghadapi keputusan besar.

Jasa bisnis plan dan jasa pembuatan bisnis plan dapat membantu perusahaan menyusun strategi secara lebih sistematis, menguji asumsi pertumbuhan, menghitung kebutuhan sumber daya, dan menerjemahkan target bisnis ke dalam proyeksi finansial.

Pada akhirnya, business plan yang baik bukanlah dokumen yang menjanjikan bahwa bisnis pasti berhasil. Business plan yang baik justru membuat perusahaan memahami apa yang harus dilakukan, berapa biaya yang dibutuhkan, dari mana pendapatan akan diperoleh, dan risiko apa yang harus dihadapi.