Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Opini  

Kopi dan Otentisitas Suara Sang Pemilih

Oleh: Nugroho Noto Susanto

(CIO) — Dalam menghayati kehidupan ini, cobalah sejenak di salah satu hari untuk meresapi rasa kopi. Rasakanlah sensasi kopi dengan segala orisinalitasnya.

Banyak yang mengatakan bahwa kopi itu pahit. Seringkali, bahkan disandingkan dengan kehidupan. Rasakanlah regukan kopi agar tak canggung dengan pahitnya kehidupan.

Bagiku kopi itu bukan pahit. Tetapi kopi itu mengandung rasa original yang khas. Bukan anti terhadap gula. Tapi cobalah menyeduh kopi yang otentik agar dapat menjiwai perbedaan rasa.

Ada kopi Robusta, ada kopi Arabica, ada kopi tubruk, Long Black, dan kopi Espresso. Ada kopi asal Aceh, ada kopi dari Wamena, ada kopi Mandaeling dan ada kopi Toraja. Maha besar Allah SWT yang telah menciptakan perbedaan rasa kopi dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Ternyata kopi juga meniscayakan keragaman. Namun sering kali gula berperan dalam homogenisasi rasa.

So, yuk hijrah dari homogenisasi rasa menuju pluralitas rasa. Dengan begitu sejatinya kita telah berkontribusi pada perjuangan menjaga otentisitas rasa kopi.

Sepertinya perlu bagi kita untuk selalu menjaga otentisitas rasa di hati dan otentisitas suara sang pemilih pada Pilkada 2020 nanti.

#kampoengkopi #kopi #otentik #suarahati #suarapemilih

(***)

Penulis yang lahir di Rokan Hulu pada 7 Juli 1983 ini sekarang berdomisili di Pekanbaru.

Beliau pernah menjadi Tim Asistensi Bawaslu RI pada 2017 – 2019.

Saat ini penulis diamanahkan menjadi Komisioner KPU Provinsi Riau periode 2019-2024 yang membawahi Divisi Partisipasi Masyarakat, SDM, Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih.

Penulis: Nugroho Noto SusantoEditor: M Syari Faidar