RIAU  

SMPN 50 Pekanbaru Gandeng RSJ Tampan Sosialisasikan Kesehatan Mental Sejak Dini

Sosialisasi Kesehatan Mental Anak²
SMPN 50 Pekanbaru Gandeng RSJ Tampan Sosialisasikan Kesehatan Mental Sejak Dini.

PEKANBARU(Cakrawalaindonesia.id) – SMP Negeri 50 Pekanbaru menggandeng Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau menggelar sosialisasi kesehatan mental bagi siswa dengan mengangkat tema “Kesehatan Mental Sejak Dini: Tumbuh Bahagia dan Tangguh”, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 50 Pekanbaru tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII dan tenaga pendidik. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja serta membangun kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dalam ruangan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang masih dalam kewaspadaan akibat kabut asap. Aula sekolah dipersiapkan dengan sirkulasi udara yang baik sehingga kegiatan tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Hadir sebagai narasumber, dr. Dona Farila Agus, M.Ked.(KJ), Sp.KJ, dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSJ Tampan Provinsi Riau. Dalam pemaparannya, ia membahas sejumlah hal yang berkaitan erat dengan perkembangan psikologis remaja usia sekolah.

Materi yang disampaikan antara lain mengenai cara mengenali dan mengelola emosi, strategi menghadapi tekanan dan stres, membangun pola komunikasi yang sehat dengan keluarga dan teman, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental yang terkadang luput dari perhatian.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti pemaparan dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dr. Dona, masa remaja merupakan periode transisi yang penuh dengan perubahan sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat.

“Siswa-siswa kita berada di masa transisi yang penuh perubahan. Banyak dari mereka sebenarnya membutuhkan bimbingan dan pendampingan yang cukup, bukan sekadar perhatian akademis, melainkan ruang aman untuk memahami diri sendiri,” ulasnya.

Ia menambahkan, sejumlah kondisi yang dialami remaja, seperti kelelahan emosional dan kesulitan beradaptasi, terkadang keliru dipahami sebagai bentuk kenakalan.

“Banyak gejala kelelahan emosional maupun kesulitan beradaptasi yang sering disalahartikan sebagai kenakalan remaja. Oleh karena itu, pembinaan karakter dan kesehatan mental harus berjalan beriringan, agar mereka tidak merasa sendirian saat menghadapi tekanan serta tahu ke mana harus meminta tolong,” terangnya lagi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 50 Pekanbaru, Pamula Trisna Suri, S.Pd.Jas., M.Pd., mengapresiasi kerja sama dengan RSJ Tampan tersebut. Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mental. Apalagi di masa kabut asap seperti sekarang, kegiatan tetap kami laksanakan di dalam aula agar siswa tetap mendapatkan edukasi penting ini dengan aman,” ujarnya.

Pamula berharap kerja sama antara SMPN 50 Pekanbaru dan RSJ Tampan Provinsi Riau dapat terus dikembangkan melalui berbagai program edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang siswa secara utuh, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial.

Dengan adanya edukasi kesehatan mental sejak dini, siswa diharapkan semakin mampu mengenali kondisi dirinya, mengelola emosi secara sehat, membangun hubungan yang positif dengan orang lain, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan pendampingan.