Bisnis  

Mengapa Data Kuesioner Penting dalam Penyusunan Bisnis Plan?

Bisnis Plan
Foto: Ilustrasi/Populix

Cakrawalaindonesia.id – Membangun bisnis tidak cukup hanya dengan memiliki ide yang menarik. Sebelum menentukan produk, harga, target pasar, hingga strategi pemasaran, perusahaan perlu memahami apakah asumsi yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi pasar.

Salah satu sumber informasi yang dapat digunakan adalah data dari survei dan kuesioner.

Data tersebut dapat menjadi salah satu input dalam penyusunan bisnis plan, terutama ketika perusahaan membutuhkan informasi mengenai preferensi, perilaku, kebutuhan, maupun persepsi calon konsumen.

Bisnis Plan Tidak Berdiri dari Asumsi Semata

Sebuah bisnis plan biasanya mencakup beberapa aspek utama, seperti:

  • profil dan konsep bisnis;
  • analisis pasar;
  • segmentasi konsumen;
  • analisis kompetitor;
  • strategi pemasaran;
  • rencana operasional;
  • struktur organisasi;
  • proyeksi keuangan;
  • kebutuhan investasi;
  • analisis risiko.

Di antara komponen tersebut, analisis pasar memiliki peran penting.

Kesalahan dalam menentukan target pasar dapat berdampak pada banyak keputusan berikutnya. Produk yang dikembangkan mungkin tidak sesuai kebutuhan konsumen, harga terlalu tinggi atau terlalu rendah, dan strategi pemasaran tidak mencapai segmen yang dituju.

Karena itu, data pasar dapat membantu memperkuat asumsi yang digunakan dalam bisnis plan.

Kuesioner sebagai Salah Satu Sumber Data Pasar

Kuesioner merupakan salah satu metode untuk memperoleh data langsung dari responden berdasarkan pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya.

Misalnya, sebuah perusahaan ingin mengembangkan produk makanan baru.

Sebelum produk diluncurkan, perusahaan dapat melakukan survei mengenai:

  • tingkat ketertarikan terhadap produk;
  • kebiasaan konsumsi;
  • frekuensi pembelian;
  • preferensi rasa;
  • kisaran harga yang dianggap sesuai;
  • tempat pembelian;
  • faktor yang memengaruhi keputusan pembelian;
  • persepsi terhadap merek atau produk kompetitor.

Data tersebut kemudian dapat dianalisis untuk membantu perusahaan memahami karakteristik calon pasar.

Dari Data Survei Menjadi Asumsi Bisnis

Hubungan antara survei dan bisnis plan dapat digambarkan secara sederhana:

Kuesioner ? Data Responden ? Analisis ? Insight ? Asumsi Bisnis ? Strategi ? Proyeksi Keuangan

Misalnya hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki preferensi terhadap produk dengan harga tertentu.

Data tersebut tidak otomatis menjamin produk akan berhasil.

Namun, informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan strategi harga dan menyusun beberapa skenario penjualan.

Di sinilah data survei menjadi lebih berguna ketika dihubungkan dengan komponen lain dalam bisnis plan.

Menentukan Target Market dengan Lebih Terstruktur

Target market merupakan salah satu bagian penting dalam perencanaan bisnis.

Perusahaan perlu memahami siapa calon konsumennya, bukan hanya berdasarkan asumsi demografis.

Survei dapat digunakan untuk menggali beberapa variabel seperti:

Demografis

  • usia;
  • jenis kelamin;
  • pekerjaan;
  • pendapatan;
  • wilayah tempat tinggal.

Perilaku

  • frekuensi pembelian;
  • merek yang digunakan;
  • channel pembelian;
  • kebiasaan konsumsi.

Preferensi

  • fitur produk;
  • harga;
  • desain;
  • kualitas;
  • layanan.

Dengan kombinasi tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran pasar yang lebih terstruktur.

Pentingnya Desain Kuesioner

Data survei yang baik tidak hanya ditentukan oleh jumlah responden.

Desain kuesioner juga sangat penting.

Pertanyaan yang terlalu panjang, ambigu, menggiring jawaban, atau tidak relevan dengan tujuan penelitian dapat menghasilkan data yang kurang bermanfaat.

Karena itu, sebelum melakukan jasa sebar kuesioner, tujuan penelitian sebaiknya sudah ditentukan terlebih dahulu.

Contohnya:

Apakah penelitian bertujuan mengukur awareness?

Mengidentifikasi preferensi konsumen?

Mengukur tingkat kepuasan?

Menguji konsep produk?

Mengetahui willingness to pay?

Tujuan tersebut akan menentukan bagaimana pertanyaan disusun dan siapa responden yang perlu ditargetkan.

Jumlah Responden Bukan Satu-Satunya Faktor

Dalam penelitian pasar, jumlah responden memang penting.

Namun, kualitas responden juga perlu diperhatikan.

Misalnya sebuah perusahaan ingin mengetahui perilaku konsumen produk fashion lokal di wilayah tertentu.

Seribu responden yang tidak sesuai dengan karakteristik target pasar belum tentu lebih informatif dibandingkan jumlah responden yang lebih terukur tetapi sesuai dengan kriteria penelitian.

Karena itu, kriteria responden perlu ditentukan sejak awal.

Contohnya:

  • pernah membeli produk fashion lokal;
  • berdomisili di wilayah tertentu;
  • berada pada rentang usia tertentu;
  • memiliki pengalaman menggunakan produk tertentu;
  • pernah melakukan pembelian dalam periode tertentu.

Data Survei Dapat Mendukung Proyeksi Penjualan

Salah satu bagian penting dalam bisnis plan adalah financial projection.

Di dalamnya terdapat estimasi:

  • omzet;
  • biaya operasional;
  • margin;
  • kebutuhan modal;
  • laba;
  • cash flow.

Data pasar dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun asumsi tersebut.

Misalnya survei menunjukkan adanya tingkat ketertarikan terhadap sebuah produk pada segmen tertentu.

Informasi tersebut dapat digunakan bersama data market size, kapasitas produksi, harga jual, distribusi, dan strategi pemasaran untuk membangun beberapa skenario penjualan.

Dengan demikian, angka dalam financial projection tidak hanya muncul dari perkiraan internal perusahaan.

Menghubungkan Survei dengan Strategi Marketing

Data kuesioner juga dapat membantu menyusun strategi pemasaran.

Misalnya dari survei diketahui bahwa calon konsumen lebih sering menemukan produk melalui media sosial dibandingkan media konvensional.

Temuan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan alokasi anggaran pemasaran.

Begitu juga apabila responden menunjukkan bahwa faktor harga lebih dominan dibandingkan faktor tertentu lainnya dalam keputusan pembelian.

Perusahaan kemudian dapat menguji strategi pricing dan promosi yang sesuai.

Namun, hasil survei tetap perlu dibaca bersama data lain karena jawaban responden tidak selalu identik dengan perilaku pembelian aktual.

Jasa Bisnis Plan dan Riset Pasar Saling Melengkapi

Penyusunan jasa bisnis plan pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan pembuatan dokumen.

Yang lebih penting adalah bagaimana berbagai informasi mengenai bisnis diterjemahkan menjadi sebuah rencana yang sistematis.

Sementara itu, riset pasar membantu menyediakan informasi mengenai kondisi pasar dan calon konsumen.

Keduanya dapat berjalan dalam satu alur:

Research ? Market Analysis ? Business Strategy ? Operational Plan ? Financial Projection ? Business Plan

Dengan pendekatan tersebut, bisnis plan dapat menjadi lebih relevan dengan kondisi pasar yang sedang dituju.

Kapan Bisnis Membutuhkan Survei?

Tidak semua keputusan bisnis membutuhkan survei formal.

Namun, survei dapat menjadi pertimbangan ketika perusahaan menghadapi keputusan yang memiliki tingkat ketidakpastian cukup tinggi.

Misalnya:

  • meluncurkan produk baru;
  • masuk ke wilayah pasar baru;
  • melakukan rebranding;
  • menentukan positioning;
  • menguji konsep produk;
  • mengetahui tingkat kepuasan pelanggan;
  • mengevaluasi persepsi terhadap merek;
  • menentukan karakteristik target konsumen.

Dalam situasi tersebut, data primer dari responden dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melengkapi data sekunder dan analisis internal.

Bisnis plan yang baik membutuhkan lebih dari sekadar narasi mengenai visi dan strategi perusahaan.

Di balik sebuah rencana bisnis terdapat berbagai asumsi mengenai pasar, konsumen, harga, penjualan, biaya, dan kebutuhan modal.

Kuesioner dapat membantu perusahaan memperoleh data primer untuk menguji atau memperkaya sebagian asumsi tersebut.

Karena itu, jasa sebar kuesioner dan jasa bisnis plan dapat menjadi dua aktivitas yang saling berkaitan ketika sebuah perusahaan ingin menyusun perencanaan bisnis berdasarkan informasi pasar yang lebih terstruktur.

Data survei bukanlah jaminan keberhasilan bisnis. Namun, ketika dirancang dengan tujuan yang jelas, responden yang sesuai, dan analisis yang tepat, data tersebut dapat menjadi salah satu bahan penting dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan rencana bisnis.