PASIRPENGARAIAN(Cakrawalaindonesia.id) – Di tengah ramainya aksi penolakan terhadap Land Application PT. Karya Samo Mas (KSM), justru cerita berbeda datang dari para petani di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo.
Alih-alih dirugikan, mereka mengaku justru diuntungkan dengan adanya program Land Application atau pengaliran limbah cair dari perusahaan.
Salah seorang petani sawit, Sabaruddin, merasakan langsung dampak positifnya. Lahan sawit miliknya yang dialiri limbah cair PT KSM kini jauh lebih subur dan produktivitasnya meningkat hingga 50 persen sekali putaran panen TBS.
“Alhamdulillah lahan saya jadi subur. Buahnya banyak dan besar-besar. Land application itu sangat bermanfaat bagi perkebunan masyarakat sekitar. Artinya bisa dijadikan pupuk. Ini sangat menghemat petani dalam membeli pupuk,” ujar Sabaruddin, Senin (17/8/2026).
Hal senada juga disampaikan Hardinal, warga Desa Rambah Samo yang juga memakai limbah cair sebagai pupuk alternatif untuk kebun kelapa sawitnya.
Menurutnya, tidak sedikit petani lain yang merasakan hal sama. Banyak petani yang merasa diuntungkan, terutama bisa hemat pupuk.
Selain diuntungkan dengan adanya Land Application, dengan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit PT KSM ini, para petani tidak perlu lagi menjual buah jauh-jauh ke pabrik lain. Tentunya ini juga menekan biaya operasional pengangkutan TBS.
Hardinal menyayangkan adanya pihak yang merasa dirugikan dan sampai ingin melakukan penutupan Land Application tersebut. Padahal, program ini dinilai sangat membantu masyarakat yang memiliki kebun sawit di sekitar area operasi perusahaan.
Tokoh Pemuda: Sebagian Pendemo Bukan Warga Kami
Hal senada disampaikan tokoh pemuda Desa Teluk Aur, Sudirman. Ia menyebut kehadiran PT KSM selama ini telah memberikan manfaat besar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga bantuan sosial lainnya.
“Apa yang disampaikan oleh para pendemo itu bukan mewakili keseluruhan masyarakat. Kami tidak ikut-ikut dalam demo itu,” tegas Sudirman.
Ia juga menyayangkan adanya sekelompok kecil yang menurutnya selalu mencari-cari kesalahan perusahaan.
“Yang paling saya sayangkan itu, para pendemo itu bukan keseluruhan masyarakat dari Desa Teluk Aur. Bahkan dari pantauan saya itu pendemo bukan warga Desa Teluk Aur. Kalau pun ada dari Desa Teluk Aur, paling hanya beberapa saja,” ungkapnya.
Padahal menurut Sudirman, pihak perusahaan mempunyai kontribusi yang besar terhadap masyarakat dan pemuda di Kecamatan Rambah Samo, terutama di Desa Teluk Aur.(*)






