Bisnis  

BisnisOn Klaim Penghematan hingga 95 Persen Lewat Toko Online Tanpa Komisi Per Transaksi

BisnisOn
Foto: Bisnison.com

Cakrawalaindonesia.id – Biaya potongan marketplace yang bisa mencapai seperlima dari omzet membuat sebagian pelaku usaha online mulai mencari jalur penjualan lain di luar platform besar. PT Bisnison Digital Solutions melalui BisnisOn merespons kebutuhan itu dengan menghadirkan platform whitelabel yang memungkinkan pedagang membuka lapak sendiri tanpa dipotong komisi persentase di setiap transaksi.

Toko online whitelabel adalah model e-commerce di mana storefront, domain, dan basis data pelanggan sepenuhnya berada di bawah kendali pedagang, berbeda dari model marketplace yang menempatkan seluruh transaksi dan data itu di bawah kendali platform pihak ketiga.

Layanan toko online BisnisOn ini mengambil pendekatan tersebut. Skema pembayarannya memakai subscription bulanan flat, mulai dari Rp99 ribu, sehingga biaya tidak lagi naik proporsional terhadap nilai penjualan seperti pada model komisi persentase yang selama ini berlaku di marketplace besar.

Selisih Puluhan Juta Rupiah dalam Simulasi Penjualan Bulanan

Simulasi yang dipublikasikan BisnisOn membandingkan toko fashion dengan 300 order per bulan dan nilai rata-rata transaksi Rp200 ribu, dengan total transaksi Rp60 juta per bulan. Untuk kategori fashion, marketplace besar biasanya mengenakan komisi kategori 10 persen, ditambah biaya layanan sekitar 2,5 persen, dan alokasi promo atau iklan 8 hingga 12 persen bila pedagang mengikuti program gratis ongkir. Dijumlahkan, potongan efektifnya bisa menyentuh 21 persen dari omzet, sekitar Rp12,5 juta setiap bulan.

Di BisnisOn, komponen itu ditekan habis. Tanpa komisi persen dan tanpa biaya layanan platform, potongan efektif pada simulasi yang sama tinggal di bawah 1 persen dari omzet. Selisihnya mencapai Rp11,9 juta per bulan, atau setara Rp142 juta dalam setahun, jumlah yang menurut BisnisOn cukup untuk menambah stok, memperbesar anggaran iklan, atau merekrut satu orang tim baru.

Infrastruktur Transaksi Disatukan dalam Satu Dashboard

Toko yang dibangun lewat platform ini datang dengan enam integrasi payment gateway sekaligus, yaitu Midtrans, Xendit, Tripay, Duitku, Moota, dan transfer manual. Pengiriman terhubung ke lebih dari delapan jasa kurir secara real time melalui Biteship, mencakup JNE, J&T, SiCepat, AnterAja, Pos Indonesia, Wahana, Lion Parcel, dan ID Express, dengan ongkos kirim yang terhitung otomatis. Setiap transaksi memicu notifikasi WhatsApp otomatis ke pembeli, mulai dari order diterima hingga status pengiriman, tanpa konfigurasi tambahan dari pemilik toko. Domain sendiri dan sertifikat SSL disediakan gratis sejak toko pertama kali live.

Mas Abai, perwakilan manajemen BisnisOn, menyebut model bisnis marketplace konvensional membuat pedagang kehilangan kendali atas hubungan dengan pelanggannya sendiri.

“Toko di marketplace itu sifatnya numpang lapak. Brand yang dibangun, data pembeli, sampai pola belanja pelanggan, semuanya ada di platform, bukan di tangan pedagang. Yang kami tawarkan adalah kepemilikan penuh atas toko itu sendiri, dengan biaya yang jelas dari awal dan tidak tergerus komisi setiap kali ada transaksi,” kata Mas Abai.

Skema tingkatan harga pada platform ini mengikuti volume order dan disesuaikan otomatis setiap akhir siklus penagihan 30 hari, mulai dari tier awal Rp99 ribu untuk 0 sampai 50 order per bulan hingga tier dengan volume puluhan ribu order. Calon pengguna dapat mencoba seluruh fitur secara gratis selama 30 hari tanpa kartu kredit, termasuk tema siap pakai untuk kategori fashion, gadget, dan kecantikan yang langsung dapat diisi produk sendiri.

Pergeseran pedagang online dari platform marketplace ke toko milik sendiri ini bukan hal baru dalam pemberitaan media nasional. Model bisnis BisnisOn sebelumnya telah menjadi bahan liputan di antaranya oleh Tempo dan Jawa Pos, yang membahas tren pelaku usaha digital mencari alternatif di luar dominasi marketplace besar.