Bali — Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA mendorong percepatan implementasi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 di daerah sebagai bagian dari penguatan pelayanan kedaruratan serta penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat (Trantibumlinmas).
Dorongan tersebut disampaikan Safrizal saat memimpin penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan komitmen bersama percepatan implementasi layanan 112 antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Bali di Grand Nusa Dua Bali Hotel, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pol PP dan Linmas Ditjen Bina Adwil sebagai bagian dari upaya memperkuat keterkaitan layanan kedaruratan dengan penyelenggaraan Trantibumlinmas di daerah.
Safrizal menyampaikan bahwa layanan 112 penting untuk menghadapi berbagai situasi kedaruratan yang membutuhkan respons cepat dan lintas sektor. Melalui satu nomor panggilan, masyarakat dapat menyampaikan laporan yang selanjutnya diteruskan kepada instansi berwenang sesuai dengan jenis kejadian.
Dalam penyelenggaraan Trantibumlinmas, integrasi layanan 112 diharapkan dapat memperkuat penerimaan informasi dan respons pemerintah daerah terhadap gangguan ketenteraman dan ketertiban umum serta kondisi yang membutuhkan pelindungan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, implementasi layanan 112 perlu didukung kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana, standar operasional prosedur (SOP), serta koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Bali menyatakan komitmen untuk memperkuat integrasi layanan 112 dengan sistem kedaruratan daerah. Selanjutnya, Ditjen Bina Adwil bersama Ditjen Infrastruktur Digital dan Pemerintah Provinsi Bali akan menindaklanjuti integrasi teknis layanan 112 di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan implementasi NTPD 112 secara nasional agar menjadi bagian dari ekosistem penanganan kedaruratan dan penyelenggaraan Trantibumlinmas yang cepat, terpadu, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.






