Cakrawalaindonesia.id – Menjalankan bisnis bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan pelanggan dan meningkatkan penjualan. Seiring pertumbuhan usaha, pemilik bisnis akan menghadapi berbagai keputusan yang semakin kompleks.
Mulai dari menentukan target pasar, mengembangkan produk, menetapkan harga, memilih strategi pemasaran, membangun tim, sampai menentukan kapan bisnis perlu melakukan ekspansi.
Dalam kondisi tersebut, pemilik bisnis terkadang membutuhkan sudut pandang dari pihak eksternal yang dapat membantu melihat masalah secara lebih objektif.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah business coaching.
Di sisi lain, keputusan bisnis juga membutuhkan informasi yang memadai. Salah satu cara memperoleh informasi langsung dari pasar adalah melalui survei menggunakan kuesioner.
Apa yang Dimaksud dengan Business Coaching?
Business coaching merupakan proses pendampingan yang membantu pemilik bisnis mengevaluasi kondisi usaha, mengidentifikasi masalah, menyusun tujuan, dan mengembangkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Business coach bukan sekadar memberikan instruksi.
Dalam proses coaching, pemilik bisnis dapat diajak untuk melihat kembali:
- kondisi bisnis saat ini;
- target yang ingin dicapai;
- masalah yang menghambat pertumbuhan;
- sumber daya yang tersedia;
- strategi yang sedang dijalankan;
- indikator keberhasilan;
- serta prioritas yang perlu dikerjakan.
Pendekatan tersebut membantu pemilik bisnis memahami keputusan yang diambil sekaligus konsekuensi dari keputusan tersebut.
Mengapa Data Pasar Penting dalam Coaching?
Business coaching akan lebih relevan ketika pembahasan tidak hanya didasarkan pada persepsi pemilik bisnis.
Contohnya, seorang pengusaha merasa produknya kurang laku karena harga dianggap terlalu tinggi.
Kesimpulan tersebut mungkin benar, tetapi bisa juga terdapat faktor lain.
Bisa saja konsumen tidak memahami manfaat produk, distribusi belum luas, positioning kurang jelas, atau produk belum menjangkau segmen yang tepat.
Untuk memahami masalah tersebut, bisnis dapat mengumpulkan informasi dari pasar.
Salah satunya melalui survei.
Kuesioner sebagai Alat Mengumpulkan Informasi
Kuesioner memungkinkan perusahaan mengajukan pertanyaan secara terstruktur kepada kelompok responden yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Pertanyaan dapat dirancang untuk mengetahui:
- kebutuhan konsumen;
- preferensi produk;
- tingkat kepuasan;
- persepsi terhadap merek;
- kebiasaan pembelian;
- faktor yang memengaruhi keputusan pembelian;
- sensitivitas terhadap harga;
- pengalaman menggunakan produk atau layanan.
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses evaluasi bisnis.
Dari Asumsi Menuju Data
Salah satu tantangan pemilik usaha adalah membedakan antara asumsi dan fakta yang telah diuji.
Misalnya:
“Pelanggan tidak membeli karena harganya terlalu mahal.”
Kalimat tersebut merupakan hipotesis.
Untuk mengujinya, perusahaan dapat melakukan penelitian yang menanyakan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Hasilnya kemudian dapat dibandingkan dengan data penjualan aktual.
Apabila ternyata harga bukan faktor utama, strategi bisnis mungkin perlu diarahkan pada persoalan yang berbeda.
Inilah salah satu alasan mengapa jasa sebar kuesioner dapat menjadi bagian dari proses pengumpulan data sebelum perusahaan mengambil keputusan strategis.
Coaching Membantu Menerjemahkan Data Menjadi Keputusan
Memiliki data saja belum tentu cukup.
Data perlu dianalisis dan diterjemahkan menjadi insight yang relevan dengan masalah bisnis.
Misalnya hasil survei menunjukkan bahwa:
- sebagian besar responden mengetahui merek;
- tingkat ketertarikan cukup tinggi;
- tetapi tingkat pembelian masih rendah.
Informasi tersebut menimbulkan pertanyaan lanjutan.
Apakah masalahnya ada pada harga?
Apakah distribusi belum tersedia?
Apakah konsumen belum memiliki alasan yang cukup untuk membeli?
Apakah terdapat produk kompetitor yang lebih mudah ditemukan?
Business coaching dapat membantu pemilik bisnis menghubungkan informasi tersebut dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.
Menentukan Prioritas Bisnis
Pemilik bisnis sering menghadapi terlalu banyak hal yang ingin diperbaiki sekaligus.
Marketing ingin diperbaiki.
Website ingin diperbaiki.
Produk ingin dikembangkan.
Tim ingin ditambah.
Cabang ingin dibuka.
Media sosial ingin ditingkatkan.
Masalahnya, sumber daya bisnis terbatas.
Karena itu, salah satu bagian penting dalam coaching adalah membantu menentukan prioritas.
Data pasar dapat menjadi salah satu input untuk menentukan prioritas tersebut.
Misalnya, apabila survei menunjukkan bahwa masalah utama pelanggan adalah kualitas layanan, maka perusahaan mungkin perlu memperbaiki customer experience sebelum mengalokasikan sumber daya besar untuk ekspansi.
Coaching dan Pengembangan Strategi Pemasaran
Strategi marketing juga dapat menjadi salah satu topik dalam business coaching.
Pemilik usaha dapat mengevaluasi:
- siapa target konsumennya;
- apa kebutuhan mereka;
- bagaimana mereka mencari informasi;
- media apa yang digunakan;
- alasan mereka membeli;
- alasan mereka tidak membeli;
- bagaimana posisi bisnis dibandingkan kompetitor.
Kuesioner dapat digunakan untuk memperoleh data dari konsumen, sedangkan coaching membantu pemilik bisnis mengevaluasi bagaimana data tersebut dapat diterjemahkan menjadi strategi.
Contoh Alur Sederhana
Pendekatan tersebut dapat digambarkan seperti ini:
Masalah Bisnis ? Hipotesis ? Survei ? Data ? Insight ? Coaching ? Strategi ? Implementasi
Sebagai contoh, sebuah bisnis mengalami penurunan penjualan.
Pemilik bisnis menduga penyebabnya adalah harga.
Kemudian perusahaan melakukan survei kepada konsumen yang sesuai dengan target pasar.
Hasil survei menunjukkan bahwa faktor harga memang berpengaruh, tetapi terdapat faktor lain seperti ketersediaan produk dan kualitas layanan.
Informasi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi dalam sesi coaching.
Dari sana, pemilik bisnis dapat menyusun beberapa alternatif strategi dan menentukan langkah implementasi yang lebih terukur.
Pentingnya Menentukan Responden yang Tepat
Dalam survei bisnis, kualitas data tidak hanya bergantung pada jumlah responden.
Karakteristik responden juga perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Jika perusahaan ingin mengetahui pengalaman pelanggan, misalnya, responden idealnya memiliki pengalaman aktual menggunakan produk atau layanan yang diteliti.
Kriteria dapat mencakup:
- wilayah;
- usia;
- jenis kelamin;
- pekerjaan;
- pengalaman pembelian;
- frekuensi penggunaan;
- kategori produk yang digunakan.
Karena itu, sebelum menggunakan jasa sebar kuesioner, perusahaan sebaiknya menentukan kriteria responden dan tujuan penelitian secara jelas.
Business Coach Tidak Menggantikan Pemilik Bisnis
Dalam proses coaching, keputusan akhir tetap berada pada pemilik bisnis.
Coach berperan membantu proses berpikir, mengajukan pertanyaan, memberikan perspektif, serta membantu menyusun langkah yang lebih terstruktur.
Hal ini penting karena setiap bisnis memiliki kondisi yang berbeda.
Strategi yang berhasil pada satu perusahaan belum tentu sesuai untuk perusahaan lainnya.
Data pasar pun perlu dibaca dalam konteks bisnis masing-masing.
Menggabungkan Coaching, Riset, dan Perencanaan
Untuk bisnis yang sedang bertumbuh, pendekatan yang lebih terintegrasi dapat mencakup tiga komponen:
1. Business Coaching
Membantu pemilik bisnis mengevaluasi masalah, tujuan, strategi, dan prioritas.
2. Market Research
Mengumpulkan informasi mengenai konsumen, pasar, kompetitor, dan perilaku pembelian.
3. Business Planning
Menerjemahkan hasil analisis menjadi rencana bisnis, target, strategi, kebutuhan sumber daya, dan proyeksi keuangan.
Ketiganya dapat membentuk siklus:
Research ? Insight ? Coaching ? Strategy ? Implementation ? Evaluation
Siklus tersebut dapat dilakukan kembali ketika bisnis menghadapi perubahan pasar atau membutuhkan evaluasi strategi.
Pertumbuhan bisnis membutuhkan kombinasi antara pengalaman, strategi, dan informasi yang relevan.
Business coaching dapat membantu pemilik usaha melihat persoalan dari perspektif yang lebih terstruktur, sementara data survei dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan persepsi pasar.
Karena itu, jasa coach bisnis dan jasa sebar kuesioner dapat digunakan secara beriringan dalam proses pengembangan bisnis, terutama ketika perusahaan ingin mengambil keputusan berdasarkan kombinasi antara pengalaman manajemen dan informasi dari pasar.
Kuesioner membantu mengumpulkan data.
Coaching membantu mengeksplorasi masalah dan pilihan strategi.
Pada akhirnya, keputusan bisnis tetap perlu mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi keuangan, kemampuan operasional, persaingan, sumber daya, dan tujuan perusahaan.






