JAKARTA(Cakrawalaindonesia.id) — Nitibasa memperluas kiprahnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran program baru yang menggabungkan pembelajaran bahasa asing, pengenalan budaya Indonesia, kolaborasi kampus, UMKM, serta komunitas.
Program ini menjadi bagian dari langkah Nitibasa untuk menghadirkan akses pembelajaran yang lebih terbuka sekaligus mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Dengan pengalaman mengembangkan program pendidikan dan bahasa, Nitibasa membawa konsep pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada keterampilan komunikasi, wawasan global, budaya, kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi peluang internasional.
Menghadirkan Lebih dari 10 Bahasa
Salah satu fokus utama program Nitibasa adalah pembelajaran lebih dari 10 bahasa, yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, komunitas, hingga pelaku UMKM.
Bahasa yang diperkenalkan mencakup bahasa internasional dan bahasa yang memiliki relevansi dengan peluang pendidikan, pekerjaan, pariwisata, bisnis, dan koneksi global.
Melalui pendekatan tersebut, Nitibasa ingin mendorong masyarakat Indonesia agar tidak hanya menjadi konsumen informasi global, tetapi juga mampu memperkenalkan Indonesia kepada dunia melalui bahasa dan budaya.
Kolaborasi dengan Kampus Negeri dan Swasta
Program ini juga diarahkan untuk membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di berbagai daerah.
Kolaborasi dapat dilakukan dalam bentuk kelas bahasa, seminar, workshop, pameran budaya, kegiatan kewirausahaan, program pengembangan mahasiswa, hingga kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dengan komunitas dan pelaku usaha.
Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara kampus, mahasiswa, komunitas, UMKM, dan masyarakat umum.
“Kami ingin pendidikan bahasa tidak berhenti di ruang kelas. Bahasa harus menjadi jembatan untuk membuka akses, membangun kolaborasi, memperkenalkan budaya Indonesia, dan menciptakan peluang baru,” ujar Dr. Eric Stenly, Founder Nitibasa.
Pameran Budaya dan UMKM Jadi Bagian dari Kolaborasi
Selain pembelajaran bahasa, Nitibasa juga mendorong penyelenggaraan pameran budaya dan UMKM yang melibatkan mahasiswa, komunitas, serta pelaku usaha lokal.
Pameran tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai kekayaan budaya Indonesia sekaligus memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
Konsep ini menggabungkan unsur education, culture, community, entrepreneurship, dan global connection dalam satu ekosistem.
Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi diharapkan mampu menciptakan hubungan berkelanjutan antara institusi pendidikan, komunitas, dan sektor usaha.
Dari Indonesia untuk Dunia
Nitibasa membawa visi untuk menghubungkan talenta Indonesia dengan dunia melalui pendidikan, bahasa, teknologi, dan pengembangan keterampilan.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya dan lebih siap memanfaatkan peluang global.
Tidak hanya mahasiswa dan pelajar, program juga terbuka untuk masyarakat umum, komunitas, profesional, dan UMKM yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa serta memperluas jejaring.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Nitibasa berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesempatan untuk belajar, berjejaring, dan membawa potensi lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Nitibasa sendiri terus mengembangkan berbagai inisiatif di bidang pendidikan bahasa, teknologi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dengan semangat menghubungkan Indonesia dan dunia.






