KAMPAR(Cakrawalaindonesia.id) — Gonjang-ganjing terkait Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Partai Golkar Kabupaten Kampar semakin hangat dibicarakan. Sejumlah nama mulai mengemuka, di antaranya Repol, S.Ag., selaku petahana. Selain itu ada nama Iib Nursaleh, S.Kom., M.H., yang saat ini menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar.
Kemudian ada nama Agus Candra, S.IP., yang telah tiga periode duduk di DPRD Kabupaten Kampar. Ada juga nama seorang pengusaha muda Kabupaten Kampar, yakni Rahmat Al-Putra yang sering dikaitkan dengan Musda Golkar Kabupaten Kampar. Terakhir ada nama Alfan Khairi, sosok yang dinilai selalu setia pada Partai Golkar dalam keadaan apa pun.
Memang belum ada jadwal pasti kapan Musda akan dilaksanakan. Akan tetapi, Partai Golkar Kabupaten Kampar telah mulai mempersiapkan segala sesuatunya agar Musda berjalan optimal. Ditambah lagi DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Riau telah mengeluarkan surat edaran agar seluruh daerah segera melaksanakan Musda. Oleh karena itu, Partai Golkar Kabupaten Kampar segera melakukan konsolidasi di hari yang sama dengan terbitnya surat tersebut.
Menurut salah seorang Pemerhati Sosial Politik Kabupaten Kampar, Aprizal, S.E., “Pemilihan ketua Partai Golkar Kabupaten Kampar jangan dijadikan ajang untuk saling berbenturan. Seharusnya Musda bisa sebagai wadah para kader Partai Golkar bisa semakin solid. Selain itu, setiap calon harus jelas arah dan tujuannya, jika ingin mengambil posisi tersebut,” ungkapnya.
“Partai Golkar merupakan partai besar. Namun sayangnya, dari nama-nama yang ada belum terlihat sosok yang akan memenangkan Pilkada ke depan. Sebab ketua Partai Golkar harus menjadi representatif sebagai calon Kepala Daerah yang akan diusung Partai Golkar nantinya. Kita tidak boleh lalai tentang siapa yang akan menang menjadi ketua Partai Golkar Kabupaten Kampar, sehingga kita lupa ada tugas berat yang akan dipikul oleh ketua pada ajang Pilkada ke depan,” jelasnya.
“Tentunya, sosok yang menjabat sebagai ketua Golkar Kabupaten Kampar harus siap tampil pada perhelatan Pilkada selanjutnya. Karena tujuan berpolitik adalah untuk merebut kekuasaan. Jika Partai Golkar ingin rakyat sejahtera melalui program-program yang dibangun, maka langkah yang paling utama yaitu memastikan Kepala Daerah harus lahir dari Partai Golkar,” tambahnya lagi.
Saat ini masyarakat saling berspekulasi tentang siapa yang akan menjadi ketua Partai Golkar Kabupaten Kampar dengan menggunakan asumsi-asumsi yang dibangun dari isu yang beredar. Tentunya hal ini mengikis tujuan penting dari Musda itu sendiri.
Seharusnya isu Musda menjadi langkah awal persiapan bagi Partai Golkar untuk menghadapi ajang Pilkada selanjutnya sekaligus sebagai bahan evaluasi bagi pengurus partai terhadap perwakilan-perwakilannya yang saat ini berada di DPRD Kabupaten Kampar, mulai dari anggota, ketua komisi, ketua fraksi, hingga Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar. Evaluasi harus dilakukan agar tujuan partai terwakilkan secara terstruktur.
Manifestasi dari visi dan misi Partai Golkar Kabupaten Kampar tergantung dari sikap politik fraksinya yang berada di DPRD. Oleh karena itu, evaluasi merupakan kunci kesuksesan calon ketua baru Partai Golkar yang terpilih nanti untuk 5 tahun ke depan.(***)






