Sajak yang Teraduk di Kopi Hitam
Karya : Amalia Isma Adeliani Harahap
Dalam secangkir kopi itu
Ada kenangan yang tak pernah selesai
Gula, susu, menunggu agar bersatu
Seperti mengukir baris diksi dalam pertengkaranku dengan Tuhan
Aku menamainya kopi paling pahit
Yang mengingatkan pada deretan rindu, menjelma luka
Lalu beberapa perih
dari aromanya yang sempat ditinggalkan
Tuhan tahu
Sesendok gula dan susu adalah manis dari harapan itu
Butiran kopinya ialah lara dari perjalanan puisi kopi yang tak sampai
Dalam tegukan kopi terakhir
Aku menemukan ampasnya,
Yang tak lagi kutanya penyebabnya
Ku putuskan, tak lagi mencarinya dalam kopiku
Sabtu, 11 July 2026
***
Maha ~ Sewa
Karya : Amalia Isma Adeliani Harahap
//1. Ayam kampus berdiri di atas mimbar keangkuhan
Menggembar-gemborkan yel-yel dari catatan hafalan
‘ hapuskan MBG’ ‘ turunkan harga bbm’ ‘pemborosan APBN ‘ Menuntut perubahan dengan menempel mata prangko
Katanya maha ~ siswa tapi otaknya dongo, berbicara lantang tapi isinya kosong melongo
//2. Buku tebal membisu di sudut kamar
Ayam kampus lebih suka menelan rumor di pasar
Menghardik karya nakhoda yang tengah membaca sudut setiap peta di Indonesia
Duh, lupa kalian maha ~ sewa yang dikunci dengan amplop-amplop buta
//3. Di jalanan, ayam kampus merasa si paling pahlawan
Merobek spanduk sumpah serapah yang isinya kurang literasi
Padahal angka dan data tak didapatkan dari lapangan
Sekedar fomo dan ikut-ikutan memutar narasi agar paling pintar dan berhak menghakimi
//4. Lihatlah jubah almamater yang ayam kampus banggakan
Basah oleh ludah nafsu yang dangkal
Kritik terlontar tanpa google secercah kejernihan
Hanya gema konyol memprovokasi agar semua kena hasutan
Kalau argumen mulai kalah, volume suara yang ditambah
Oh, maha ~ sewa mana logikanya?
//5. Belajarlah kembali sebelum turun ke jalan untuk memimpin zaman
Sebab gelarmu takkan menutupi kehampaan nalar
Kalian bukan pahlawan bagi masa depan yang menampilkan banyak kesombongan
Hanya pion-pion gaduh di panggung sandiwara besar
Sabtu, 11 July 2026
***
Nya- gemuruh rindu
Karya : Amalia Isma Adeliani Harahap
-Nya
Aku memutuskan untuk menemukan-Mu pada lorong kitab,
di detak antara tasbih dan air mata,
Sebab tentang cinta, Engkau menghadirkan surah ad – duha sebagai penghiburan dan kasih sayang
-Nya
Aku memilih mencari di sajadah,
“Langit dan bumi menyembah-Mu”
Agar paham bersujud di hadapan-Mu
adalah bagian dari penyerahan jiwa
-Nya
Aku selalu menanti balasan kabar-Mu,
Menggemakan nama-Mu,
di sepuluh jari pada malam heningku
-Nya
Apakah ini cinta,
atau kegilaan yang manis ?
Sabtu, 11 July 2026
***
Biodata Penulis
Amalia Isma Adeliani Harahap. Lahir di Sei Rumbia, Sumatera Utara, 13 Desember 1997. Domisili, Kandis, Siak, Riau. Sedang bekerja sebagai seorang guru Tahsin. Anak dari pasangan Bapak Ali Muddin Harahap dan Ibu Surani Siregar, S.Pdi. Amalia, mencintai sastra sejak di bangku sekolah dasar, tampil dari panggung ke panggung. Tahun 2020 mulai menjatuhkan hati masuk dunia sastra dengan menulis puisi dan beberapa cerpen. Penulis disapa akrab dengan sebutan “Nyonya Marsinah.” Amalia hobi membaca, berpentas sejak kecil dan memasak serta traveling. Juga sering berpartisipasi menciptakan karya di bumi Pertiwi. Seperti; Cocor Bebek (Amor Tringulo, 2020), antologi Yang Tersisa Tentang Aksara (Jendela Sastra Indonesia, 2002), Tentang Rasa (Anindita Publisher), Lafadz Setetes Embun Asharinz Media, 2021), Goresan Aksara Renjana (Pelangi Media 2020), SAJAK Masa Lalu (Puasifa Published)
Amalia suka tantangan. Terlebih berlomba-lomba di dalam suatu event, bertemu dengan penyair hebat di seluruh Indonesia. Suka mengumpulkan prestasi dari berbagai sumber dan siapapun pesaingnya. Dan Alhamdulillah sudah mencicipi beberapa kejuaraan event selama beberapa tahun. (11 November 2020- Desember 2021). Misalnya saja;
Tingkat Lomba Menulis Nasional:
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAY MEDIA UTAMA, Jawa Tengah
JUARA 1 JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PELANGI MEDIA, JAWA TIMUR
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL AL QALAM MEDIA LESTARI, KUNINGAN
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL EGANS FAMILY, JEMBER
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL SALAM PEDIA, INDRAMAYU
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAI MEDIA UTAMA JILID 2, BEKASI BARAT
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAI MEDIA UTAMA JILID 3, PIRAI MEDIA UTAMA
JUARA 1 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL AL QALAM MEDIA LESTARI, MOJOKERTO
JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PIRAY MEDIA UTAMA, BEKASI BARAT
JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL ANINDITA PUBLISHED, BALI
JUARA 3 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL RDAMOND PUBLISHER, MALANG
JUARA 2 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL PENERBIT SULAWESI
JUARA 2 LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL GORESAN BERSAMA, JAWA TIMUR.
Dan masih ada beberapa lagi. Beberapa penghargaan juga; PENYAIR TERUNIK PENYAIR TERBAIK PENYAIR TERFAVORIT Pencapaian prestasi teristimewa bagi AMALIA; JUARA 1 TOP ONE INDONESIAN POET IDOL (Ajang pencarian bakat sastra bergengsi 2021, perwakilan dari Riau) EGANS FAMILY dan beberapa penerbit lainnya. POPULER karya “Marsinah si Lacur Negeri” 2020- 2021 dan diakui oleh sastrawan Indonesia. LOLOS dan masuk sebagai Penyair dari 93 Penyair Membaca Indonesia/ IBU dari 34 provinsi mewakili. Salah satu anak muda yang masih pemula berada di sana, di antara sastrawan tanah air.
Karya yang berhasil diterbitkan; Engtangled Mafia Ini LOVE (Novel by Azizah Published, 2020), Assalamualaikum My Hubby (Novel by Guepedia, 2020) Cocor Bebek (Cerpen by Pelangi Media, 2020) Air Mata Pengantin (Cerpen by Guepedia 2021) Selain berkarya, Amalia juga masih menulis di platform seperti; Wattpad. Dan telah tuntas menerbitkan antologi puisi “Di Riau Aku Berpuisi” Semoga di masa yang akan datang, Amalia bisa menjadi sukses dan kreatif.
Novel terbaru
– Finlandia di penerbit Ahsyara Media.
– Juara 1 Event Puisi Rama Publisher pesta babi
Tingkat Lomba Tahsin Murottal Al-Qur’an
– Juara 3 Tahsin Al Khoiriyah
– Juara 1 Tahsin Al mu’minun
– Juara Harapan 2 Qolbum Salim TikTok
– Juara 1 Tahsin Muslimah Til Jannah
– Juara 1 Tahsin Vn Murottal Al-Qur’an






