Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
NEWS  

Menyimak Geliat Literasi di Bumi Sarimadu, Silaturahmi Forum TBM Riau ke Kabupaten Kampar

KAMPAR(CIO) – Dengan semangat literasi, perjalanan silaturahmi Forum TBM Riau kali ini adalah ke Kabupaten Kampar. Kabupaten yang secara geografis paling dekat dengan ibukota provinsi ini dikenal dengan sebutan Bumi Sarimadu, dan beribukota Bangkinang yang juga dijuluki kota Serambi Makkah-nya Riau, yang jaraknya lebih kurang 65 km dari Kota Pekanbaru.

Sinergi Dispersip Kampar dan TBM
Rabu (27/07/2022), silaturahmi diawali dengan kunjungan Forum TBM Riau ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten (Dispersip) Kampar. Di kantor yang beralamat di Jalan D.I. Pandjaitan Bangkinang ini, Sutriyono (Ketua Forum TBM Riau) yang didampingi oleh Sekretaris Forum TBM Kampar Heldi Yosrizal, disambut langsung oleh Kadispersip Kampar Ir. Nurhasani, MM dan Kabid Pengembangan dan Pembinaan Pustaka, Bambang, S.Ip, M.Si. Perbincangan hangat dan diskusi yang amat cair berlangsung di ruang Kadis.

Pada kesempatan tersebut, Nurhasani mengungkapkan Dispersip Kampar Sangat mengapresiasi gerakan yang dibangun oleh teman-teman Forum TBM Kampar. Alasannya, “TBM adalah mitra Dispersip dalam membangun budaya cinta literasi kepada masyarakat, karena  TBM memang berada di tengah-tengah masyarakat sehingga mudah diakses,” kata Nurhasani.

Kadis mengucapkan terima kasih akan kehadiran Forum TBM di kabupaten sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pengembangan literasi di tengah masyarakat. Karena itu Dispersip siap mewadahi dan menjadi mitra. “Suatu program akan menjadi efektif jika ada koordinasi dengan partner yang saling bersinergi dalam mencapai tujuan yang sama,” jelasnya.

Selain itu, Dispersip Kampar kini mempunyai program unggulan akan membeli buku hasil karya penulis Kampar, dan memberikan izin operasional untuk TBM yang ada jika data sudah update. Motor Pustaka yang ada pun kini sudah dioperasikan oleh TBM Mitra di Air Tiris yang dikelola Heldi Yosrizal. Semua ini dengan tujuan agar TBM benar-benar berperan menjadi ‘agen literasi’ dalam masyarakat,” jelas Nurhasani lagi.

Diskusi yang mengasikkan itu ditutup dengan penyerahan SK Pengurus FORUM TBM Kampar kepada Heldi Yosrizal oleh Sutriyono sebagai Ketua Forum TBM Riau, disaksikan oleh Kadis dan Kabid.

Sutriyono berharap seluruh pengurus TBM yang ada di Kampar tanpa terkecuali mendaftarkan TBM-nya agar memiliki kekuatan hukum, dan memudahkan Dispersip Kampar mendata berapa banyak TBM yang ada di Kampar.

“Dengan demikian, akan memudahkan koordinasi dalam menentukan formulasi pembangunan literasi,” ungkap Sutriyono. Selain penyerahan SK, Sutriyono juga menyerahkan bantuan tas literasi dari JNE Pekanbaru kepada TBM Mitra.

Madu Kelulut di TBM Batimang yang Inspiratif

Perjalanan silaturahmi berikutnya ke arah barat Bangkinang, tepatnya di Desa Ganting Salo, Kecamatan Kuok. Di sana Forum TBM Riau mengunjungi Pustaka/TBM Batimang yang dikelola oleh pasangan suami istri Syaifullah, S.Hum. dan Rina, S.Pd. TBM Batimang yang usianya masih hitungan bulan ini pada awalnya hanya memiliki 20 koleksi bacaan, dan “Alhamdulillah kini sudah mencapai 300-an,” jelas Syaifullah yang juga seorang jurnalis ini.

Syaifullah, yang di Bangkinang dikenal dengan nama Syaiful Sanggam, pada mulanya membuka usaha madu galo-galo atau madu kelulut. Madu kelulut diproduksi dengan memelihara koloni lebah di wadah kayu yang dikelilingi tanaman bunga sebagai sumber makanan lebah.

Menurut Rina yang sehari-harinya adalah guru SD, usaha madu kelulut ini lahir dari literasi. Mengapa? “Semua berawal dari membaca. Dari membaca itu kami memahami dan mengerti apa yang harus dibuat, dan merealisasikan apa yang kami pahami. Pada akhirnya literasi ini menghasilkan dan membangun perekonomian keluarga,” ujar Rina menguraikan.

Menurut Sutriyono, usaha madu kelulut dan TBM Batimang yang berjalan seiring ini amat menginspirasi. “Kita tahu usaha madu kelulut ini tidak mudah, dan amat bergantung dengan tanaman yang ada di sekelilingnya. Ini akan menjadi ruang edukasi yang amat baik untuk orang-orang sekitar,” ujar Sutriyono.

Semangat yang memotivasi

Tak ayal lagi, kehadiran TBM di Kampar sebagai agen literasi di tengah masyarakat mulai menumbuhkan motivasi di berbagai kalangan. Bahkan, Kadis Nurhasani dan Kabid Bambang pun sudah berencana ingin membuka TBM pula di rumah masing-masing. “Saat ini sedang proses, kita juga ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar,” ungkap Bambang dengan semangat.

“Kita berharap Forum TBM Riau dan Kampar tetap bersemangat menggelorakan literasi di Kabupaten Kampar, agar Kampar semakin maju,” harap Aprizal, SE, mantan ketua PWI Kampar. Harapan yang sangat mungkin terjadi, seperti yang diungkapkan Sutriyono, “Ternyata semangat bergerak dan menggerakan bisa menularkan hal-hal positif. Semoga dengan kehadiran TBM, literasi di Kampar semakin maju, bersinergi, dan siap berkolaborasi ke depannya”.(HB)