Cakrawalaindonesia.id – Secara fitrah setiap manusia akan memuji sikap tenang dan akan mencela sikap tergesa-gesa, fitrah ini akan muncul dikarenakan dalam kehati-hatian terdapat keselamatan dan pada ketergesa-gesaan terdapat penyesalan. Dalam ajaran Islam kita mengenal dua istilah yang memiliki kemiripan namun berbeda secara makna dan akibat yang terjadi darinya, kedua istilah itu adalah al-Mubadara (bergegas atau bersegera dan al-Ajalah (tergesa-gesa).
Al-Mubadara artinya bergegas atau bersegera adalah sikap seorang Muslim dalam melaksanakan ajaran Islam. Sikap al-Mubadara ini terjadi karena adanya sebuah kesungguhan, tekad yang bulat dan motivasi yang kuat untuk mengerjakan sesuatu dengan penuh perhitungan tanpa tergesa-gesa. Apabila sudah masuk waktu shalat segera dikerjakan tidak ditunda-tunda, jika sudah menyelesaikan suatu pekerjaan segera mengerjakan yang lainnya. Al-Qur’an dan Hadits banyak menjelaskan pentingnya bersegera dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan tercelanya melalaikan suatu pekerjaan. Di antaranya firman Allah SWT:
Artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (Q.s. Al-Insyirah [94].-7-8).
Sikap al-Mubadara jelas sangat berbeda dengan sikap al-Ajalah (tergesah-gesah) karena semua bentuk dan ketergesahan itu datangnya dari setan. Sikap al-Ajalah ini terjadi karena sempitnya berpikir dan cara pandang yang salah, berniat mengerjakan sesuatu ingin dengan cepat tanpa perhitungan akibat apa yang akan terjadi setelahnya. lbnul Qaymi rahimahumullah mengatakan bahwa tergesa-gesa itu datangnya dari setan, hal itu cermin dari orang yang kurang dalam berfikir dan kurang berhati-hati. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
Artinya: “Dari Sahl bin Sa’ad ra berkata, Rasulullah SAW bersabda: Tergesa-gesa itu dari setan”. (HR. Tirmidzi).
Menunda-nunda pekerjaan dan tergesa-gesa dalam mengerjakannya dapat memiliki beberapa dampak buruk, baik dari segi kualitas hasil kerja maupun kesejahteraan pribadi.
Berikut adalah beberapa dampak negatif yang mungkin timbul:
1. Kualitas Kerja Menurun
Menunda-nunda pekerjaan dan tergesa-gesa dapat menyebabkan penurunan kualitas kerja. Ketika waktu terbatas, kemungkinan untuk melakukan tugas dengan cermat dan teliti berkurang.
2. Stres dan Kecemasan
Kombinasi menunda-nunda dan tergesa-gesa seringkali menyebabkan tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Hal ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik.
3. Kehilangan Fokus
Menunda-nunda pekerjaan dapat menyebabkan hilangnya fokus. Ketika tugas ditunda hingga mendekati batas waktu, sulit untuk mempertahankan konsentrasi yang optimal.
4. Kesalahan yang Mungkin Terjadi
Tergesa-gesa dalam mengerjakan tugas dapat meningkatkan risiko kesalahan. Detail-detail penting mungkin terlewat, dan pekerjaan mungkin tidak diperiksa secara menyeluruh.
5. Peningkatan Tekanan Kerja
Menunda-nunda dan tergesa-gesa dapat menciptakan tekanan kerja yang tidak perlu. Pekerja mungkin merasa terjebak dalam siklus di mana mereka terus-menerus mencari cara untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.
6. Pemenuhan Harapan yang Rendah
Menunda-nunda dapat menciptakan harapan rendah terhadap hasil pekerjaan. Pekerja mungkin tidak memberikan yang terbaik karena merasa terburu-buru atau kurang siap.
7. Pengaruh Negatif pada Hubungan Kerja
Kebiasaan menunda-nunda dan tergesa-gesa dapat memengaruhi hubungan kerja. Kolaborasi dan tim kerja dapat terganggu jika satu anggota tim seringkali menunda-nunda tugas.
8. Waktu Luang Berkurang
Menunda-nunda dapat mengurangi waktu luang dan rekreasi karena pekerja mungkin harus bekerja lembur atau mengorbankan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas.
9. Pemborosan Sumber Daya
Terkadang, menunda-nunda pekerjaan dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya seperti waktu, energi, dan biaya. Pekerja mungkin perlu bekerja lembur atau mengalami stres berlebihan untuk menyelesaikan tugas.
10. Pemenuhan Tugas yang Tidak Memuaskan
Hasil akhir dari pekerjaan yang ditunda dan dikerjakan dengan tergesa-gesa mungkin tidak memuaskan. Ini dapat mengecewakan pihak yang menerima hasil kerja tersebut.
Mengatasi kebiasaan menunda-nunda dan tergesa-gesa dapat membantu mengurangi dampak buruk tersebut. Penciptaan jadwal yang realistis, manajemen waktu yang efektif, dan mengembangkan kebiasaan kerja yang terorganisir dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
Jum’at, 15 Desember 2023
A/H,
Berbagai sumber.