Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here

Menparekraf Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap COVID-19 di Akhir 2023

Menparekraf
Menparekraf Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan terhadap COVID-19 di Akhir 2023

JAKARTA(Cakrawalaindonesia.id) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19 di momen akhir tahun 2023 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam “Jumpa Pers Akhir Tahun 2023” yang berlangsung secara hybrid di Balairung Soesilo Soedarman, Senin (22/12/2023) mengatakan, kasus COVID-19 kembali mengalami kenaikkan dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan menerapkan protokol kesehatan diharapkan aktivitas masyarakat terutama wisatawan di destinasi pariwisata dan sentra ekonomi kreatif dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi.

“Untuk menghadapi COVID-19 agar tidak berdampak terhadap kegiatan pariwisata di akhir tahun maupun ekonomi kreatif. Mari kita lakukan protokol kesehatb seperti sebelumnya. Kan saat new normal kita belajar mengenai cuci tangan, pakai masker, apalagi kalau di sekeliling kita ada yang kurang sehat, dan lengkapi dosis vaksin kita. Itu yang saya mohon kepada seluruh bukan hanya wisatawan tapi seluruh stakeholder di pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga.

Kementerian Perhubungan memproyeksikan mobilitas wisatawan ketika akhir tahun 2023 dapat mencapai 107 juta pergerakan. Angka ini naik 144 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022.

“Untuk itu, kita perlu hati-hati, waspada. Kami tetap optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat membawa kebangkitan ekonomi kita,” ujar Sandiaga.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak berpergian ke luar negeri sebagai tindakan preventif penyebaran COVID-19. Dan memilih destinasi dalam negeri sebagai pilihan berlibur di akhir tahun 2023 demi mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang sampai dengan saat ini baru mencapai 688,78 juta perjalanan.