Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here

Manajemen Risiko dalam Hidup

(CIO) — Dalam hidup akan selalu ada risiko karena banyak sekali kejadian tak terduga. Risiko adalah suatu keadaan yang tidak pasti dan terdapat unsur bahaya, akibat atau konsekuensi yang bisa saja terjadi karena proses yang berjalan maupun kejadian yang akan datang.

Manajemen risiko yang baik memerlukan upaya sistematis untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber masalah. Fenomena umum yang terkait dengan peristiwa risiko adalah rangkaian. Satu masalah mengarah ke masalah lain, yang mungkin mengarah ke masalah lain, dan seterusnya. Akibatnya, masalah kecil dapat tumbuh menjadi masalah yang besar.

Dalam ilmu manajemen, para ahli terkadang membedakan antara konsep risiko dan konsep ketidakpastian. Saat membuat keputusan yang mengandung risiko, kita mengetahui kemungkinan atau informasi dari peristiwa risiko yang ada. Saat membuat keputusan yang mengandung ketidakpastian, kita sama sekali tidak memiliki informasi mengenai keputusan tersebut.

Misalnya, sebelum meninggalkan rumah pergi ke kampus pagi ini seorang mahasiswa melihat ke luar jendela untuk memeriksa cuaca dan menemukan bahwa tampaknya akan turun hujan, mahasiswa itu membuat keputusan dalam kondisi yang tidak pasti ketika ia memutuskan untuk membawa payung. Namun, jika ia menelepon nomor informasi cuaca dan mengetahui bahwa kemungkinan hujan hari ini adalah 80 persen dan ini membuat si mahasiswa membawa payung ke tempat kuliah, ia mengambil keputusan dalam kondisi berisiko.

Jika kita mengetahui probabilitas suatu peristiwa, kita memiliki lebih banyak informasi yang tersedia untuk dipertimbangkan daripada tidak mengetahuinya sama sekali. Dengan demikian, bisa membuat penilaian yang lebih tepat dalam kondisi risiko daripada ketidakpastian.

Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan mengajarkan manusia untuk dapat berpikir lebih jauh ke depan, menyiapkan rencana cadangan ketika kondisi yang diharapkan tidak berjalan dengan baik sehingga hal-hal yang seharusnya tidak terjadi dapat diminimalisir dan risiko yang sekiranya bahaya dapat dihindari.

Contoh kecil yang dapat kita ambil adalah misal kita ingin berangkat sekolah dengan bis, kita tentu bisa saja menemukan risiko, entah itu risiko besar, risiko sedang atau risiko kecil. Risiko besar contohnya bangun kesiangan yang tentu menyebabkan dampak yang sangat signifikan, sedang risiko sedang seperti bis rusak atau penutupan jalan, kalau risiko kecil seperti banjir atau macet yang dampaknya tidak terlalu berpengaruh karena masih bisa diatasi dengan mencari alternatif lain yang bisa meminimalkan kerugian atau dampak buruk yang tidak diharapkan.

Risiko yang diyakini sangat signifikan dikategorikan sebagai risiko zona merah atau bahaya dan tentu membutuhkan perhatian khusus.

Langkah yang harus kita lakukan adalah mengevaluasi, mengidentifikasi dan mengklasifikasi risiko sehingga kita dapat melihat risiko mana yang bisa kita kendalikan.

Risiko yang bisa kita kendalikan atau cegah misalnya terlambat ke sekolah karena bangun kesiangan bisa kita siasati dengan tidak begadang, menghidupkan alarm sehingga bisa bangun lebih awal agar bisa berangkat tepat waktu, atau risiko terlambat karena bus rusak bisa kita cari kendaraan lain sebagai pengganti bis.

Hal tersebut dinamakan ilmu manajemen risiko, di mana kita bisa memanajemen risiko yang akan kita hadapi dan bisa membantu kita untuk mengatasi kejadian tak terduga.

Proses mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mengendalikan, dan berusaha menghindari, meminimalkan atau bahkan menghilangkan risiko yang tidak dapat diterima. Dengan memahami manajemen risiko kita dapat membayangkan dan memikirkan persiapan yang akan kita lakukan untuk menghadapi suatu risiko dengan lebih matang dan terstruktur.

Langkah yang harus kita perhatikan pertama adalah kita harus mengidentifikasi risiko apa yang sekiranya akan kita hadapi di depan. Mengidentifikasi risiko adalah hal yang sangat penting, bisa kita lakukan dengan membuat daftar risiko yang mungkin akan terjadi dengan mengidentifikasi risiko kita bisa mengklasifikasikan risiko dalam beberapa level atau zona.

Selanjutnya kita harus mengukur dampak risiko agar kita dapat memperkirakan dan memikirkan ide yang tepat untuk mengurangi bahkan menghilangkan risiko atau kejadian buruk yang akan kita hadapi.

Langkah terakhir yang bisa kita lakukan adalah melakukan pengawasan dalam pengendalian risiko. Setelah melakukan langkah langkah tersebut maka kita bisa menjalani hari dan memaksimalkan kerja otak kita untuk merancang strategi dan membuat langkah yang pasti dalam menghadapi berbagai risiko yang akan kita terima pada waktu mendatang.

Dan orang orang yang ahli dibidang ini tentu sangat paham bagaimana cara menjalankan bisnis dan dapat bekerja di bidang manajemen operasional perusahaan, manajemen keuangan perusahaan dan lainnya.

Namun pada akhirnya bagaimanapun kerennya usaha kita dalam menyusun strategi dan memikirkan ide untuk menghindari risiko tetap saja sebagai manusia biasa kita hanya bisa berusaha dan hasil tetap bergantung kepada Allah SWT.

(***)

Penulis: Zhafira Muti’ah

(Mahasiswi STEI SEBI
Depok-Jawa Barat)