Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here
Close Ads Here

Berbelasungkawa atas Wafatnya Tokoh NU Cak Anam, Yenny Wahid Merasa Kehilangan

Yenny Wahid
Berbelasungkawa atas Wafatnya Tokoh NU Cak Anam, Yenny Wahid Merasa Kehilangan

JAKARTA(Cakrawalaindonesia.id) – Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid merasa kehilangan dan berbelasungkawa atas meninggalnya tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Drs. H. Khairul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam.

“Beliau merupakan aktivis NU dan Tokoh Ansor yang dihormati. Kita merasa sangat kehilangan” kata Yenny Wahid melalui Juru Bicaranya (Jubir), Iwan Setiawan, Senin (9/10).

Menurut Iwan, sebagai bukti dedikasinya untuk NU Cak Anam telah mengabadikannya dalam bentuk buku dengan judul ‘Pertumbuhan dan Perkembangan NU’

“Beliau juga sangat berkontribusi dalam memenangkan PKB pada masa-masa awal di Jatim melalui jaringan dan pasukan Ansor,” ucapnya.

Diketahui, Cak Anam yang merupakan politisi senior PKB Jawa Timur meninggal dunia pagi ini, sekitar pukul 05.49 WIB di kediamannya di Kutisari, Surabaya.

Cak Anam meninggal dalam usia 69 tahun. Semasa hidupnya, pria kelahiran Jombang ini menjadi senior aktivis NU, GP Ansor, PMII dan pernah memimpin Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) tahun 2005 hingga 2015.

Sebelum wafat, Cak Anam sempat beberapa kali dirawat di rumah sakit karena kondisinya terus menurun. Jenazahnya akan disemayamkan di Desa Kemirigalih, Sawiji, Jombang. Jenazah dimakamkan di dekat makam ibundanya. Namun sebelum dibawa ke Jombang, jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Jamin Kibar, Perumahan Kutisari Indah, Surabaya.