RIAU  

Di Balik Pagar Jaring Singkong: Jejak CSR PT RSI dan Harapan Petani di Desa Suka Damai

Kebun Singkong Ilham S Lubis
Di Balik Pagar Jaring Singkong: Jejak CSR PT. RSI dan Harapan Petani di Desa Suka Damai. (Dok: Ist).

SUKADAMAI (Cakrawalaindonesia.id) — Di pinggiran hamparan sawit yang mengepung Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Ilham S Lubis (64) memilih bertani dengan menanam singkong. Sore itu, Senin (29/9/2026), cangkul di tangannya masih setia mengayun di tanah pinjaman yang sudah 8 tahun ia rawat.

Tanah itu bukan miliknya. Seorang dermawan meminjamkannya tanpa sewa, tanpa bagi hasil. Satu syaratnya, tanah itu harus dijaga.

“Tanah ini dikasih pinjam, tidak ada setoran. Asal dirawat dan dikelola saja,” ujar Ilham.

Menanam singkong di pinggiran areal perkebunan sawit bukan perkara mudah. Hama serangan monyet dan ayam ternak sering mengais bibit yang baru ditanam, serta gangguan dari binatang lainnya. Ilham pun harus berpikir. Ia memasang pagar jaring di sekeliling kebunnya, cara sederhana guna menyelamatkan harapannya.

Untuk modal, ia mengaku pernah mendapat bantuan bibit, pupuk, dan pelatihan dari Baznas Rokan Hulu. Bantuan itulah yang membuatnya tetap bertahan menanam singkong hingga hari ini.

Jarak kebun singkong Ilham dengan operasional PT Rohul Sawit Industri (RSI) hanya sekitar 1 kilometer. Di satu sisi, jejak Corporate Social Responsibility (CSR) PT RSI di sekitar desanya sangat terasa. Namun Ilham berharap, suatu saat petani singkong seperti dirinya juga bisa masuk dalam skema pemberdayaan.

Jejak CSR PT RSI dan Penjelasan Manajemen

Konfirmasi terpisah dilakukan kepada Humas PT RSI, Syahrial Siregar, Selasa (6/10/2026). Ia menjelaskan bahwa perusahaan secara konsisten telah menyalurkan dana CSR dengan nominal bervariasi untuk masyarakat.

Menurut Syahrial, beberapa bantuan yang telah direalisasikan antara lain perawatan Jalan Jeruk Manis di Desa Ujung Batu Timur, pembuatan box culvert di dekat Masjid Istiqomah Desa Suka Damai, serta perawatan dan penyiraman jalan menuju Perumahan Anak Rantau Desa Suka Damai.

Jejak CSR PT RSI Pembangunan Box Culvert di dekat Mesjid Istiqomah, Desa Suka Damai. (Dok: Ist)

Tidak hanya infrastruktur, CSR non-perkebunan juga telah disalurkan. Seperti bantuan sembako untuk anak yatim pada saat kunjungan Safari Ramadan 1447 H oleh Wakil Bupati Rokan Hulu Syafaruddin Poti di Masjid Besar Al-Ihsan Ujung Batu, hingga bantuan bergulir bagi kelompok petani cabai yang berlokasi di Pulau Tongah, Sungai Rokan, Desa Suka Damai.

Terkait harapan petani singkong, Syahrial menegaskan perusahaan terbuka untuk bantuan kelompok tani.

“Perusahaan sudah sering memberikan dana CSR kepada masyarakat. Untuk bantuan, silakan ajukan ke PT RSI dan buatkan proposalnya atas nama kelompok, nanti akan kita proses. Kalau untuk petani yang sifatnya pribadi kita belum bisa memberikannya,” ujar Syahrial.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa penyaluran dana CSR dilakukan melalui skema kolektif, atas nama kelompok.

CSR Kolektif Kemitraan Petani Pangan

Kisah Ilham S Lubis sesungguhnya merepresentasikan potret petani pangan di Rokan Hulu. Di tengah dominasi sawit, singkong tetap menjadi penopang ekonomi dan ketahanan pangan keluarga.

Jejak CSR PT RSI telah banyak membangun Rokan Hulu, dari perbaikan jalan, box culvert, hingga bantuan sosial keagamaan. Jejak itu nyata dan diakui masyarakat.

Ilham S Lubis (64) lagi berada di lokasi kebun singkong garapannya. (Dok: Ist).

Kini, jejak selanjutnya yang ditunggu adalah sinergi. Jika petani singkong seperti Pak Ilham berhimpun dalam kelompok tani, pintu proposal CSR produktif untuk komoditas non-sawit seperti yang pernah diberikan kepada petani cabai di Pulau Tongah, terbuka lebar.

Di balik pagar jaring, tanaman singkong Ilham terus tumbuh. Di atas tanah pinjaman itu, harapan akan kemitraan yang lebih luas juga ikut tumbuh. Ia pun berencana mengajak beberapa petani singkong lainnya untuk membentuk kelompok agar bisa mengajukan proposal resmi ke PT RSI.

(***)

Oleh: M. Syari Faidar

Produk jurnalistik ini dibuat guna mengikuti LKTJ PWI Rohul Tahun 2026, dengan tema: “Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri”.