PEKANBARU(Cakrawalaindonesia.id) — SMP Negeri 50 Pekanbaru menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pembuatan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) & Academy Gemini AI”. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap pada Sabtu, 8, 15, dan 22 Agustus 2026, pukul 08.00–16.00 WIB, bertempat di Ruang Majelis Guru SMP Negeri 50 Pekanbaru.
Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri Adri Daswin, S.Pd., M.Ed., dan diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 50 Pekanbaru.
Plt. Kepala SMP Negeri 50 Pekanbaru, Pamula Trisna Suri, S.Pd.Jas., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mempercepat digitalisasi administrasi pembelajaran. Langkah tersebut sekaligus mendukung program Kota Hijau (Green City) melalui penerapan prinsip minimalisasi penggunaan kertas (zero paper) dalam pengelolaan administrasi sekolah.
“Di samping itu, penyusunan administrasi pembelajaran juga disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang berlaku, yaitu menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru sekaligus menjamin kelengkapan dan kualitas administrasi tenaga pendidik,” ujar Pamula dalam rilisnya, yang diterima redaksi Cakrawalaindonesia.id, Sabtu (8/8/2026).
Sementara itu, pemateri Adri Daswin, S.Pd., M.Ed., memaparkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan melalui Gemini AI dapat membantu guru menyusun berbagai kebutuhan administrasi pembelajaran secara lebih cepat, tepat, dan rapi.
“Dengan bantuan teknologi AI, beban administrasi guru menjadi lebih ringan. Dengan demikian, waktu dan tenaga dapat lebih banyak dialokasikan untuk mempersiapkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” jelas Adri.
Dalam pelatihan tersebut ditetapkan dua target utama yang wajib dipenuhi oleh seluruh guru. Pertama, setiap guru harus melengkapi seluruh administrasi pembelajaran untuk satu tahun ajaran dengan memanfaatkan teknologi yang telah dipelajari. Kedua, setiap guru diwajibkan memiliki sertifikat Gemini AI sebagai bukti penguasaan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi pendukung pembelajaran.
Wakil Kepala SMP Negeri 50 Pekanbaru Bidang Kurikulum, Suherman, mengatakan bahwa pihaknya memastikan seluruh guru mampu memahami dan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam dalam proses penyusunan administrasi pembelajaran.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, saya memastikan setiap guru telah menguasai pendekatan pembelajaran mendalam. Seluruh administrasi juga disusun menggunakan pola dan format yang seragam sehingga standar kualitas perencanaan pembelajaran dapat berjalan secara selaras,” ujar Suherman.
Rencana Pembelajaran Mendalam yang disusun dalam pelatihan tersebut dirancang selaras dengan visi SMP Negeri 50 Pekanbaru, yaitu: “Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, berpikir kritis, kolaboratif, komunikatif, mandiri, peduli lingkungan, berbudaya, serta berwawasan global.”
Setiap komponen dalam perencanaan pembelajaran disesuaikan agar mampu mendukung pencapaian visi tersebut sekaligus membentuk karakter dan kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sekolah.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, SMP Negeri 50 Pekanbaru berharap dapat mewujudkan tata kelola administrasi pembelajaran yang lebih rapi, efisien, dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru yang tidak hanya memiliki penguasaan materi dan pedagogik yang baik, tetapi juga terampil memanfaatkan teknologi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.






