KAMPAR(Cakrawalaindonesia.id) – Korban tenggelam atas nama Cepi Ahmad Munawar (34), berprofesi sebagai buruh, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Jalan Kampung Suka Mandi, RT 001/RW 012, Desa Pada Ulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) masih belum ditemukan sampai saat ini, meskipun sudah dilakukan pencarian di sepanjang Sungai Kampar, Ahad (7/6/2026) siang hingga sore.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, Ahad sore membeberkan kronologis terjadinya peristiwa tenggelamnya korban di Sungai Kampar tersebut.
Menurut mantan Kapolsek Siak Hulu dan Kasat Reserse Narkoba Polres Kampar ini, bahwa korban orang hanyut atau tenggelam di aliran Sungai Kampar, tepatnya di Pulau Kosiok, Dusun 01, RT 001/RW 010, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah dilakukan pencarian sampai sore dan belum ditemukan.
“Pada hari Ahad, tanggal 7 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 WIB didapat informasi dari masyarakat adanya orang tenggelam di Pulau Kosiok, Dusun 1, RT 001/RW 010, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar. Atas informasi tersebut, saya selaku Kapolsek Kampar langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda David Gusmanto dan personel piket Polsek Kampar untuk mendatangi TKP,” jelas Kapolsek Kampar.
Selanjutnya, lanjut Kapolsek, berdasarkan laporan yang diterima dari lokasi kejadian tersebut didapat informasi, bahwa pada hari Ahad, tanggal 7 Juni 2026 sekira pada pukul 13.00 WIB, ketiga orang yang sedang memancing di dalam Sungai Kampar tepatnya di Pulau Kosiok, Dusun 1, RT 001/RW 010, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, yang mana tempat mereka memancing berpindah dari awal mereka memancing ke arah hilir sungai yang mana di tempat awal mereka memancing dangkal airnya.
“Kemudian setelah mereka bergeser ke arah hilir Sungai Kampar, kedua orang tersebut atas nama Dede Oleh Nurdiansyah dan korban mandi dan berenang di Sungai Kampar tersebut. Namun pada saat berenang tersebut, mereka tidak mengetahui bahwa ada tempat sungai yang airnya dalam, dan mereka berdua terbawa arus Sungai Kampar. Mereka berdua berusaha untuk berenang ke tepi Sungai Kampar dan teman korban Dede Oleh Nurdiansyah sampai ke tepi Sungai Kampar, dan korban terus berusaha ke tepi Sungai Kampar dan berteriak meminta tolong,” jelas Kapolsek lagi.
Ditambahkan Kapolsek, bahwa pada saat timbul tenggelam tersebut, teman korban lainnya atas nama Wawan Setiawan yang sedang memancing melihat kedua teman yang meminta tolong langsung berusaha memanggil warga yang sedang berada di daratan untuk meminta bantuan pertolongan.
“Pada saat korban yang dalam posisi timbul tenggelam dan terbawa arus Sungai Kampar yang saat itu dilihat oleh saksi-saksi, kemudian saksi-saksi langsung memanggil warga untuk meminta pertolongan bantuan. Akhirnya teman korban atas nama Dede Oleh Nurdiansyah berhasil diselamatkan warga dan langsung dibawa oleh warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang untuk dilakukan tindakan medis,” tambahnya.
Kata Asdisyah, pada pukul 14.45 WIB, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar langsung turun ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap korban yang sampai saat ini masih belum ditemukan.
“Tim sampai saat ini masih mencari korban yang tenggelam tersebut,” kata Kapolsek.
Mengakhiri wawancara, Kapolsek Kampar menegaskan bahwa terhadap kejadian tersebut, Polsek Kampar sudah melakukan berbagai tindakan diantaranya dengan mendatangi dan mengamankan TKP, mencatat saksi-saksi, membantu melakukan pencarian terhadap korban. Polsek Kampar juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan membuat laporan.
Selanjutnya, Polsek Kampar juga menindaklanjuti atas peristiwa dan kejadian tenggelam korban dengan menggali informasi terhadap saksi-saksi di TKP, mengumpulkan barang bukti, melakukan penyelidikan dan membuat laporan.
“Bagi warga yang beraktivitas, baik itu mandi dan memancing serta aktivitas lainnya di sepanjang Sungai Kampar harus tetap waspada dan berhati-hati agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di sepanjang Sungai Kampar,” imbau Kapolsek sembari mengakhiri wawancara.
Sebelumnya korban atas nama Cepi Ahmad Munawar bersama teman di antaranya Dede Oleh Nurdiansyah (32) tahun, jenis laki-laki, agama Islam, berprofesi buruh, beralamat di Jalan Kampung Gunung Leutik, RT 002/RW 015, Desa Giri Asih, Kecamatan Batu Jajar, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat memancing lalu mandi bersama di tempat lokasi dangkal, namun tanpa mereka sadari sampai terbawa arus ke bagian yang dalam sehingga hanyut.
Dede dan Cepi berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai upaya tapi takdir berkata lain. Wawan Setiawan (32) tahun, jenis kelamin laki-laki, beragama Islam, berprofesi sebagai buruh, beralamat di Jalan Kampung Kalapa, RT 001/RW 012, Desa Pada Ulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat melihat kondisi kedua temannya langsung berteriak dan meminta tolong warga sekitar untuk menolong.
Akhirnya berkat pertolongan warga, teman korban Dede dapat diselamatkan dan langsung dibawa oleh warga ke RSUD Bangkinang. Sedangkan korban Cepi hanyut dan akhirnya tenggelam terbawa arus Sungai Kampar.
Adapun saksi-saksi yang berada di lokasi yaitu Andri Arjuna (37) tahun, berprofesi sebagai sopir, beralamat di Rumbai Palas, Kota Pekanbaru dan Ali Yus (49) tahun, berprofesi sebagai petani, beralamat di Rumbai Palas, Kota Pekanbaru.
Korban tenggelam dibawa arus Sungai Kampar diduga karena tidak bisa berenang dan masih belum ditemukan. Begitu juga dengan teman korban yang dievakuasi ke RSUD Bangkinang belum didapat informasi terupdate.






