Purnomo Yusgiantoro Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas 2025–2030

Ketum DPP IPAL Lemhannas
Purnomo Yusgiantoro Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas 2025–2030.

JAKARTA(Cakrawalaindonesia.id) — Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025–2030.

Mantan Menteri Pertahanan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut terpilih menggantikan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV IKAL Lemhannas yang berlangsung khidmat di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Purnomo Yusgiantoro terpilih karena dinilai sebagai sosok pemersatu yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang ketahanan nasional dan energi, serta mendapatkan dukungan penuh dari seluruh perwakilan DPD dan DPC IKAL dari seluruh Indonesia sebagai pemilik suara.

Setelah melalui tahap penyampaian visi dan misi, para peserta Munas sepakat menunjuk Purnomo tanpa melalui proses pemungutan suara (voting).

Dengan terpilihnya Prof. Purnomo, IKAL Lemhannas diharapkan dapat terus menjadi wadah para pemikir bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejak awal persidangan, nama Purnomo memang menguat sebagai calon tunggal. Kapabilitas serta pengalaman beliau di pemerintahan dan dunia akademisi dinilai menjadi faktor utama yang membuat para anggota memilih jalur aklamasi demi menjaga soliditas organisasi.

Dalam pidato pertamanya, Purnomo berkomitmen memperkuat peran dan sinergi alumni Lemhannas dalam mengawal stabilitas nasional serta memberikan pemikiran strategis bagi pemerintah di tengah tantangan geopolitik global yang semakin dinamis.

“IKAL Lemhannas harus menjadi rumah besar pemikiran strategis bagi bangsa. Kita akan memperkuat peran alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan ketahanan nasional,” ujar Purnomo di hadapan peserta Munas.

Purnomo juga menegaskan bahwa IKAL Lemhannas bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan think-tank strategis yang harus mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa.

“Kita akan memperkuat peran alumni di kancah domestik maupun internasional,” ujar mantan Wakil Gubernur Lemhannas sekaligus salah seorang pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) tersebut, yang disambut tepuk tangan riuh peserta Munas.

Kepengurusan baru di bawah arahan Prof. Purnomo diharapkan segera menyusun program kerja yang adaptif terhadap isu-isu terkini, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga keamanan siber.(*)

======================================

Sosok Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D., IPU.

Purnomo Yusgiantoro merupakan pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Ia meraih gelar sarjana (Ir) di bidang Teknik Perminyakan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia; gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Teknik dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat; Master of Arts (M.A.) di bidang Ekonomi dari University of Colorado, Amerika Serikat; serta gelar Ph.D. di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.

Sejak 2014, Purnomo mendedikasikan sebagian besar waktu, pengetahuan, dan keterampilannya untuk mengajar mata kuliah ekonomi energi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, Purnomo merupakan salah satu pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia, tempat ia mengajar mata kuliah ketahanan energi hingga saat ini. Ia juga menjabat sebagai penasihat senior di Kantor Eksekutif Presiden Republik Indonesia.

Purnomo memiliki pengalaman luas dalam sektor energi dan pertahanan Indonesia. Ia pernah menjadi konsultan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) di bidang ekonomi energi dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Selain itu, Purnomo pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Ia menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia selama tiga periode berturut-turut, yakni 2000–2009, sebelum kemudian dipercaya menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2009–2014.

Di tingkat global, Purnomo pernah menjabat sebagai Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), serta Sekretaris Jenderal dan Presiden organisasi yang berbasis di Wina, Austria. Ia juga pernah menjadi Ketua ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM).

Pengabdiannya di sektor energi terus berlanjut dengan mendirikan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) pada 2016.(*)