BOGOR(Cakrawalaindonesia.id) – Desa Cibatok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak hari pertama kedatangan mahasiswa STES Bhakti Nugraha diguyur hujan yang turun hampir tanpa henti. Namun, kondisi tersebut tidak mematahkan semangat para mahasiswa dan mahasiswi dalam melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Dalam rangka penguatan pemahaman akademik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Mhd. Saleh, M.Pd., selaku Ketua LP2M sekaligus Penanggung Jawab KKN STES Bhakti Nugraha Kota Tangerang, mengundang narasumber dari Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H) Mathla’ul Anwar, Kabupaten Bogor.
Hadir sebagai narasumber, Adharu Soleh Latif, S.H., Ketua LP3H Mathla’ul Anwar, yang memberikan penyuluhan terkait proses sebuah produk hingga masuk dalam kategori halal dan memperoleh sertifikat halal. Dalam pemaparannya, Adharu menegaskan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendukung gerakan ekonomi kerakyatan yang digagas pemerintah guna memperkuat perekonomian masyarakat kelas bawah.
“Produk-produk yang telah tersertifikasi halal tentu memiliki nilai jual yang lebih terpercaya dan mampu meningkatkan daya saing di pasar,” ujarnya, Senin (19/1/2026) di hadapan mahasiswa STES Bhakti Nugraha saat kegiatan berlangsung di Pesantren Bhakti Nugraha, Cibitung, Kabupaten Bogor.
Adharu juga menambahkan bahwa proses pengajuan sertifikat halal saat ini relatif mudah. “Pelaku usaha bisa mengajukan sertifikat halal secara mandiri selama memiliki usaha,” ungkapnya dengan santai di hadapan mahasiswa.
Berdasarkan laman resmi LP3H Mathla’ul Anwar, lembaga ini merupakan organisasi masyarakat yang telah tersertifikasi oleh BPJPH. LP3H berkomitmen mendukung pelaksanaan sertifikasi halal di Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, LP3H menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Lembaga ini juga aktif mengampanyekan dakwah halal lifestyle sebagai bagian dari kontribusi terhadap negara. (COMPRO LP3H Mathla’ul Anwar_compressed.pdf, diakses 19 Januari 2026).
Peran LP3H tidak hanya sebatas pendampingan sertifikasi halal, tetapi juga melindungi konsumen dari produk yang tidak jelas kehalalannya, membantu peningkatan ekonomi masyarakat kelas bawah agar naik kelas, serta memberikan edukasi kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam.
Kegiatan penyuluhan tersebut turut diselingi dengan kehadiran produk lokal air minum dalam kemasan bermerek Yasmin, yang merupakan salah satu produk binaan LP3H dan telah memiliki sertifikat halal.
Dalam sesi diskusi, salah seorang mahasiswa STES Bhakti Nugraha yang diketuai oleh Sehati Bete’e mengajukan pertanyaan terkait jumlah pelaku usaha yang telah didampingi LP3H. Menanggapi hal tersebut, Muhammad Wildanul Hakim, Sekretaris Jenderal LP3H, menyampaikan bahwa hingga saat ini LP3H telah mendampingi sekitar seribu UMKM di Bogor, dengan 944 sertifikat halal yang telah diterbitkan.
Capaian tersebut dinilai sebagai prestasi yang luar biasa. Oleh karena itu, mahasiswa STES Bhakti Nugraha diterjunkan untuk mengkaji dan mendalami peran LP3H agar menjadi nilai keilmuan yang dapat disebarluaskan dan didiskusikan lebih lanjut di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Kontributor: Al Firdaus






